SINGKAWANG, KITA – Proses pendistribusian beras bantuan Pemprov Kalimantan Barat dan Pemkot Singkawang kepada warga miskin terdampak Covid-19 mendapatkan pengawalan langsung oleh anggota TNI dan Polri.
Penerima bantuan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah terverifikasi secara reguler oleh Kementerian Sosial RI, serta hasil pendataan lanjutan dari kelurahan
Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi W SIK, menyampaikan jika tahapan pendistribusian sejak dari Gudang Bulog Singkawang hingga ke tangan penerima berlangsung kondusif.
“Alhamdulillah, sejauh ini sangat kondusif dan lancar mulai dari gudang bulog hingga ke tangan penerima,” kata Kapolres Jumat 3 April 2020.
Namun memang dilapangan, proses bantuan ini perlu waktu bertahap ke sejumlah wilayah Kota Singkawang, karena Bulog harus melakukan rebag atau pengemasan ulang ke ukuran 20 kilogram, sesuai dengan berat beras yang diterima oleh KK tidak mampu tersebut. Baru kemudian disebar ke kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Singkawang untuk kemudian diserahkan kepada penerima.
Misalnya, Kelurahan Mayasopa menjadi salah satu kelurahan pertama yang menerima, karena warga disini akan melakukan ritual basangsam, sehingga menutup akses sementara waktu. “Jadi sebelum ritual dilakukan, beras sudah disuplay kepada masyarakat,” kata Lurah Mayasopa Remigius Ronald S.IP
Sebanyak 1045 KK yang mengacu pada data DTKS Kemensos, namun ada beberapa kekurangan kecil pada data yang belum di update oleh kementerian, misalnya beberapa penerima telah meninggal dunia atau pindah, sehingga kemudian bantuan dialihkan ke warga yang memang layak menerima sesuai instruksi Wali Kota untuk mengedepankan warga kurang mampu yang terdampak Covid-19.
“Karena ada beberapa yang sudah meninggal atau pindah, kemudian kita alihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” kata Remigius
Mewakili masyarakatnya, lurah menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada pemerintahan kota dan provinsi yang telah memberikan bantuan kepada warga tidak mampu.
Sebelumnya guna meringankan beban warga kurang mampu dan terdampak Covid-19, Pemprov Kalbar dan Pemkot Singkawang membagikan beras dengan berat 20 kilogram per kepala-keluarga.
Penyaluran bantuan beras melalui kebijakan gubernur dimaksud di atas, mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah terverifikasi secara reguler oleh Kementerian Sosial RI.

“Sesuai data tersebut, maka kk miskin yang menjadi sasaran bantuan beras sebanyak 15.316 kk dengan jiwa 64.544 jiwa dari total penduduk singkawang, berdasarkan perhitungan alokasi setiap kk mendapat jatah 20 kg dikalikan jumlah kk sebanyak 15.316 maka total jumlah beras yang disalurkan sebanyak 306.320 kg (306,3 ton).” Kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie Rabu 1 April 2020.
Berdasarkan perencanaan, akan ada 20 ribu KK terdampak yang mendapatkan bantuan, kekurangan pasokan beras dari Provinsi akan dicukupkan oleh Pemkot Singkawang. Targetnya adalah untuk kepala keluarga terdampak Covid-19 yang tidak termasuk didalam data DTKS. Proses pendistribusian juga melibatakan relawan dan Tagana.


























