SINGKAWANG KITA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan tantangan kepada Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan developer perumahan.
Menteri Maruarar menambahkan kuota perumahan subsidi di Kota Singkawang, dari yang sebelumnya 2.700 unit rumah menjadi 4.000 unit rumah.
“Saya tahu bu wali (Tjhai Chui Mie) ini pekerja keras, Bu Wali mau berapa dua ribu apa tiga ribu, ngomong, apa tiga ribu? Mana pengembang siap tidak? Ibu wali mau tiga ribu itu, jangan siap-siap saja, bikin rumah subsidi yang benar kualitas dijaga, ya sudah saya kasi empat ribu, kalau tidak capai target kena denda ya,” kata Menteri Maruarar pada kegiatan sosialisasi percepatan pembiayaan sektor perumahan dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan berbunga rendah. Sosialisasi program tersebut digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan itu dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harison.
Sejumlah pengusaha, kontraktor, pengembang perumahan, dan pelaku UMKM di Kota Singkawang turut mengikuti agenda yang juga dirangkai dengan akad perumahan bersama BNI serta sosialisasi rumah subsidi dan program PNM SMF Melawan Rentenir.
Maruarar kemudian bertanya tentang kualitas perumahan di Kota Singkawang kepada Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat, Heru Pudyo. Sebelumnya Heru Pudyo meninjau perumahan Grand Ambasador Singkawang.
“Kualitasnya bagus ya, bikin rumah bersubsidi harus bagus karena ini digunakan oleh rakyat kita,” katanya.
Menteri Marurar ingin kebijakan penambahan kuota ini dapat menjadi Sejarah bagi Kota Singkawang. Serta menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat.
“Kalau Bung Karno mengajarkan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, hari ini kita soal rumah subsidi akan membuat sejarah di Singkawang, dari 2.700 jadi 4.000 bagi rakyat Singkawang. Kalau berbuat kebaikan, berbuatlah yang luar biasa” ungkap Maruarar Sirait.
Maruarar mengatakan, skema KUR Perumahan menawarkan bunga maksimal 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga komersial yang sebelumnya mencapai sekitar 11,5 persen.
“Bunga normal biasanya di BNI itu 11,5 persen untuk perumahan, kini dipangkas oleh pemerintah menjadi sekitar 5–6 persen saja. Bunganya turun drastis, UMKM Singkawang jadi bisa naik kelas lewat program ini,” ujar Maruarar.
Ia menegaskan, percepatan proses menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Menurut dia, setiap proposal yang telah memenuhi persyaratan harus diproses dan dicairkan pada hari yang sama.
“Seluruh proposal yang masuk dan sudah lengkap harus segera diproses hari itu juga,” katanya.
Maruarar menekankan, tata kelola program tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia memastikan prosedur dan jaminan tetap berjalan sesuai ketentuan agar penggunaan anggaran negara tepat sasaran.
“Uang negara harus aman, prosedurnya juga harus jelas, ada jaminan serta prosesnya yang cepat,” ujarnya.
Keluhan REI
Para pengembang yang hadir pada sosialisasi ini mengaku sangat senang dengan penambahan kuota perumahan subsidi di Kota Singkawang.
Meski begitu, para Developer yang tergabung dalam asosiasi REI atau Realestate Indonesia mengungkapkan adanya kendala terkait pengurusan balik nama Sertifikat yang memakan waktu cukup lama.
Baharudin, Ketua REI kalbar menerangkan, dulu pengurusan balik nama Sertifikat dari Hak Milik menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) itu memakan waktu sekitar satu bulan, namun kini memakan waktu tiga hingga enam bulan.
“Ini mungkin regulasi yang perlu dibantu oleh Pemerintah, agar kendala ini bisa diatasi dengan dipercepat (proses balik nama sertifikat),” jelas Baharudin.
Kendala ini juga sempat dibahas langsung oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait saat kegiatan sosialisasi KUR Perumahan. Saat itu, Maruarar Sirait meminta langsung kepada Wali Kota Singkawang untuk membantu mendampingi para pengembang dalam proses balik nama sertifikat tersebut.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie juga menyatakan siap untuk memberikan bantuan kepada para pengembang mengatasi kendala tersebut.
“Siap pak Menteri, saya siap membantu,” jawab Tjhai Chui Mie saat diminta oleh Menteri PKP membantu para Developer Perumahan di Singkawang.

























