SINGKAWANG KITA- Salah satu PKL yang mendapatkan bantuan gerobak oleh Pemkot Singkawang, Effendy sangat berterima kasih kepada Pemkot Singkawang yang sudah memberikan bantuan gerobak.
“Mudah-mudahan dengan gerobak yang baru diikuti dengan pendapatan yang semakin meningkat,” katanya.
Effendy mengaku sudah 11 tahun berjualan makanan di Pasar Hongkong.
“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bukan yang pertama dan yang terakhir,” ujarnya.
Sebelumnya Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie secara simbolis menyerahkan bantuan gerobak kepada PKL di halaman Kantor Disperindagkop dan UKM Singkawang, Kamis (4/2).
Ada sebanyak 14 gerobak yang diserahkan dan belasan PKL ini adalah yang biasa berjualan di sekitar Pasar Hongkong atau kawasan Kota Pusaka seperti Jalan Budi Utomo dan Setia Budi.
“Saya harapkan mereka yang berjualan bisa tertib, bisa menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan di tempat mereka berjualan,” kata Tjhai Chui Mie.
Kemudian, setelah mereka selesai berjualan, gerobak harus dibawa pulang. Jangan sampai gerobak di tinggalkan sehingga dapat mengganggu aktivitas masyarakat di pasar.
Satu hal yang perlu dia tekankan, yaitu jangan ada lagi penambahan gerobak yang baru di kawasan Kota Pusaka.
“Sesuai pendataan ada sebanyak 48 gerobak yang ada di sekitar kawasan Kota Pusaka. Jangan sampai ada tambahan gerobak lagi. Karena kita ingin mensinergikan program yang sudah kita bangun yaitu Kota Pusaka dan Pasar Hongkong,” ujarnya.
Apabila tidak sinergi, maka pembangunan tidak akan seimbang. Sehingga semua diharapkan harus rapi baik dari segi gerobak dan pasarnya.
“Jadi itu yang sedang kita edukasikan kepada PKL, mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat menambah kunjungan orang luar ke Kota Singkawang yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Yang terpenting pedagang yang berjualan harus tetap mematuhi dan mentaati protokol kesehatan,” pintanya.
Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin mengatakan, pada tahun 2020 Pemkot Singkawang memberikan bantuan gerobak sebanyak 14 unit kepada PKL.
Sedangkan di tahun 2021, akan ada sebanyak 18 gerobak yang akan diberikan kepada PKL.
“Tahun ini akan kita kerjakan,” katanya.
Mudah-mudahan di tahun 2022 atau APBD Perubahan 2021, akan diupayakan lagi bantuan gerobak sehingga totalnya mencukupi sebanyak 48 unit untuk PKL yang berjualan di kawasan Kota Pusaka seperti Jalan Budi Utomo dan Setia Budi.
“Sehingga nanti target bantuan kita ada sebanyak 48 unit sesuai dengan jumlah PKL yang kita data,” ujarnya.
Jumlah tersebut akan pihaknya kunci, sehingga tidak ada penambahan PKL lagi yang berjualan di kawasan Kota Pusaka.
Muslimin berharap, setelah gerobak ini dihibahkan, PKL yang menerima bisa merawat dan setelah berjualan gerobak harus dibawa pulang atau ditempatkan sesuai dengan yang semestinya. Sehingga tidak mengganggu jalan dan aktivitas masyarakat di pasar.
“Aturan ini sudah kita sepakati dengan pedagang,” ungkapnya.
Muslimin mengungkapkan, untuk satu gerobak biaya pembuatannya telah menghabiskan anggaran sebesar Rp12-13 juta.

























