SINGKAWANG, KITA- Selasa 31 Maret 2020 nyaris dua pekan sudah penetapan KLB Covid-19 Kota Singkawang, beragam upaya pencegahan penyebaran virus dilakukan, baik itu oleh Pemerintah, TNI POLRI, Swasta maupun masyarakat biasa. Namun berdasarkan pantauan kami ada yang terlihat menonjol, bukan karena langkah pencegahannya, karena abai terhadap imbauan pemerintah.
Warkop seberang Masjid Raya dan Warkop Simpang Patung Polisi setiap hari selalu menjadi antitesis pencegahan wabah Corona di Kota Singkawang. Saban hari sejak penetapan KLB Kota Singkawang terkait Pandemi Corona, selalu ramai pengopi “garis keras” yang duduk nongkrong kumpul ramai-ramai dalam satu meja.
Dua lokasi ini selalu menjadi langganan rutin, didatangi petugas setiap hari, entah itu tim Satpol PP, tim dari Polres, tim dari TNI ataupun gabungan keseluruhan tim. Tidak Percaya? datang saja ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Singkawang, dengarkan cerita para pelaku patroli, ataupun rekaman gambar yang menunjukkan giat digelar petugas.
Dramanya, pengunjung akan bubar dan kembali ramai keesokan harinya tanpa menerapkan physical distancing. Seolah tidak peduli jika Kalbar sudah masuk dalam penilaian penyebaran wabah corona dengan status “Transmisi Lokal” artinya penyebaran wabah bukan lagi oleh warga dari luar negeri, namun antar penduduk itu sendiri. seperti yang menimpa pasien konfirmasi positif yang kemarin sempat dirawat di RSUD Soedarso Pontianak.
Padahal disetiap imbauan yang diberikan kepada pedagang adalah dilarang berkerumun sehingga konskwensinya, pedagang mesti hanya melayani pembeli secangkir kopi yang dibungkus dan dibawa pulang.
Rekaman video amatir Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi W SIK, mendamprat pemilik warung kopi dan puluhan masyarakat yang asik ngopi di warung kopi depan Masjid Raya Singkawang viral dijejaring media sosial pada senin 30 maret malam, namun kembali tetap saja pada Selasa pagi seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Terlihat Kapolres kesal pada pemilik warkop, lantaran sejak Singkawang menetapkan KLB pada Kamis pekan lalu, selalu terjaring patroli setiap hari dan tetap tidak mengindahkan imbauan pemerintah maupun tim gugus tugas Covid-19.
Kapolres tampak sangat kesal, lantaran pemilik mengabaikan arahan agar hanya melayani kopi atau panganan dengan cara dibungkus.
“Bapak tahu mereka darimana saja, habis ketemu siapa saja apa mereka dari zona merah, saya tidak melarang bapak berdagang, yang dilarang ini berkerumun, bapak ngerti tidak, saya sudah berkali-kali kesini !,” tegas Kapolres Senin 30 Maret 2020 malam.
Patroli kemudian bergerak ke Kafe Lotus, dan muda-mudi terpantau ramai di lantai dua kafe ini, mayoritas adalah pelajar. “Kalian diliburkan bukan buat pacaran di Kafe, ngumpul ngegame di kafe, tahu corona tidak, sudah kalian pulang jangan lupa bayar dulu,” kata Kapolres
Kemudian patroli kembali menemukan puluhan warga yang sedang menikmati kopi dikawasan Patung Polisi perempatan jalan Nusantara dan Kurau.
“Demi Allah saya tidak melarang bapak berdagang, tolong dibungkus, saya tidak melarang bapak-bapak ngopi tapi tolong dibungkus dinikmati dirumah, jangan berkerumun kita sama-sama mencegah penyebaran corona,” katanya
“Saya meminta agar masyarakat singkawang dapat mematuhi semua imbauan-imbauan pemerintah dan mematuhi semua larangan larangan yang tidak diperbolehkan selama masa penanganan dan pencegahan virus corona di kota singkawang ,” kata Kapolres Selasa (31/3/2020)
Ayolah, kita sedang berusaha agar Pandemi ini tidak semakin menjadi-jadi, tolong jaga kesehatan dan perilaku Physical Distancing.

























