SINGKAWANG, KITA- Ketua dan Kepengurusan DPD Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kota Singkawang periode 2020-2025 resmi dikukuhkan oleh DPP PFKPM, di Aula Hotel Mahkota Singkawang, Kamis (20/8).
Sekretaris Jenderal DPP PFKPM Provinsi Kalbar, Hendi Sutarsa mengatakan, pengukuhan atau pelantikan yang dilaksanakan ini untuk menjelaskan bahwa kepengurusan DPD PFKPM Singkawang sudah resmi untuk melakukan aktivitas dan kegiatan sesuai dengan aturan organisasi.
“Sementara kami di DPP tetap memberikan penilaian dalam masa tiga bulan kedepan. Apabila dalam masa tiga bulan kedepan terdapat hal-hal yang tidak kita inginkan khususnya dalam aktivitas, tentu kita akan meninjau ulang SK yang sudah kita terbitkan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran PFKPM bukan hanya sekedar untuk menghadiri acara-acara seremonial atau undangan saja, tapi mereka juga harus mampu menciptakan kegiatan.
“Mereka juga harus punya tempat atau sekretariat. Alhamdulilah, kawan-kawan sudah menyiapkan posko dan sekretariat serta mereka juga akan melakukan kegiatan sesuai dengan aturan organisasi,” ujarnya.
Saat ini, katanya, DPP PFKPM Kalbar juga sudah mempersiapkan untuk agenda musyawarah wilayah (muswil). Mengingat DPP PFKPM Kalbar sudah mempunyai 16 DPW, sehingga DPP harus tetap memberikan perhatian kepada 16 DPW yang ada.
“Mudah-mudahan akhir tahun ini semua DPW yang kita inginkan sudah terbentuk dan Insya Allah kita segera melaksanakan Rakernas DPP PFKPM yang pertama,” ungkapnya.
Sehubungan adanya klaim DPD PFKPM Kota Singkawang ditubuh lain, dia menegaskan bahwa DPD PFKPM Kota Singkawang tidak ada dualisme.
“DPD PFKPM Kota Singkawang cuma satu, karena DPP sudah mengeluarkan SK dan itulah yang menjadi pengurus yang resmi terlebih sudah kita lantik pada hari ini (kemarin),” tegasnya.
Dia juga menginginkan, usai pelantikan tidak ada perpecahan ditubuh DPD PFKPM Singkawang. “Saya ulangi lagi, tidak ada dualisme dan pada hari ini kita sudah perintahkan kepada Ketua dan pengurus DPD PFKPM Singkawang yang dilantik untuk melakukan silaturahim dan mempererat hubungan dengan semua puak melayu yang ada di Kota Singkawang untuk bersatu,” pintanya.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie yang turut hadir dalam pelantikan tersebut memberikan ucapan selamat kepada pengurus PFKPM Singkawang yang sudah dikukuhkan.
“Harapan saya, kita ingin semua budaya-budaya yang ada ini bisa dikemas dengan baik. Sehingga bisa menjadi salah satu daya jual untuk daerah lainnya bahkan untuk International,” katanya.
Maka dari itu, kepada pengurus yang baru saja dilantik bisa dengan segera menyusun program kerja yang harus dilakukan untuk Kota Singkawang.
“Saya juga berharap budaya melayu dan budaya-budaya lainnya yang ada di Kota Singkawang bisa Go Internasional seperti event Cap Go Meh,” ujarnya.
Karena, kalau semua budaya yang ada di Singkawang dapat dikemas dengan baik, tentu akan sangat membantu Pemkot Singkawang dalam mempromosiikan Kota Singkawang sebagai kota pariwisata.
“Itu yang sangat kita harapkan,” ungkapnya.
Sementara Ketua DPD PFKPM Singkawang periode 2020-2025, Muhammadin mengatakan, sikap dan pandangan primodiarlis yang sempit akan membawa pada konflik dan disintegrasi bangsa.
“Namun sikap saling menghormati, menghargai dan menerima ditengah keberagaman budaya, suku dan agama merupakan pondasi dasar bagi modal sosial untuk bersatu dalam keberagaman tersebut,” katanya.
Bagi pemuda melayu, kebhinnekaan sudah lama dipahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu bangsa yang keberadaannya tidak bisa dipungkiri.
“Kebhinekaan juga telah dimaknai pemuda melayu melalui pemahaman mulkulturalisme dengan berlandaskan kekuatan spiritualitas dan toleransi sosial,” ujarnya.

























