SINGKAWANGKITA – Wakil Menteri Kementerian Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej membuka resmi rangkaian acara Hari Kemenkumham ke-78 di Graha Pengayoman Jakarta, Jumat (7/7).
Acara pembukaan dirangkai dengan Doa Kemenkumham Untuk Negeri yang dipimpin lima pemuka agama masing-masing.
“Seperti Agama Islam dipimpin Ustad. Dr. Abdul Hakim Wahid, MA, Kristen dipimpin Pendeta Herman Joseph Paais, S.Th, Katolik dipimpin Pastor Viktor Halomoan Habeahan, S.Ag, Hindu dipimpin Pinandita Ida Bagus Nyoman Sukadana, S.E, MM dan Buddha dipimpin Bikku Riyadi, S.Ag,” kata Edwar.
Dalam sambutannya, dia mengucapan terima kasih kepada para Pemuka Agama, yang telah memandu Doa Bersama Kemenkumham Untuk Negeri.
“Hari Kemenkumham ke-78 ini menjadi momentum untuk merefleksikan diri sebagai bentuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Giat yang diselenggarakan, katanya, guna untuk menjalin silaturahmi, kebersamaan, dan peningkatan kinerja secara profesional dalam rangka pengabdian kepada masyarakat;
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah mempererat persatuan, meningkatkan kinerja dalam rangka pembangunan menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekjen, Dirjen PP, Dirjen Pas, Ka BPSDM, dan Kepala BPHN.
Kemudian, Sahli Bidang Ekonomi dan Stafsus Bidang Pamintel, para Pemuka Agama dan Pimti Pratama Unit Utama.
Sementara hadir srcara virtual 996 partisipan, yakni Kakanwil dan Kadiv dan Kepala UPT serta seluruh jajaran.
“Sesuai arahan Sekjen meminta kepada seluruh jajaran dengan esensi melaksanakan dan menyemarakan peringatan 17 Agustus dan Hari Kemenkumham ke-78, sesuai SE yang diterbitkan, termasuk dengan pemasangan umbul-umbul di Satkernya masing-masing,” pintanya.
Kemudian, menjelang puncak acara Hari Kemenkumham pada tanggal 19 Agustus 2023 nanti, tonjolkan berbagai prestasi kerja dan jangan sampai ada pemberitaan negatif dan viral.
“Diharapkan agar melaksanakan tugas semakin baik dan berkualitas : IKPA, SMART, serapan dan realisasi anggaran,” pesannya.

























