SINGKAWANG, KITA- Tunggakan pelanggan PDAM Gunung Poteng Singkawang saat ini sudah mencapai Rp10-Rp12 Miliar.
Hal itu diungkapkan Direktur Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang, Suriyandi, dimana tunggakan itu sudah terjadi sejak 10 tahun PDAM Gunung Poteng Singkawang berdiri.
Guna meminimalisir bahkan menyelesaikan tunggakan ini, PDAM Gunung Poteng Singkawang sudah menjalin kerjasama dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara bersama Kejaksaan Negeri Singkawang beberapa waktu lalu.
“Kerjasama ini bukan hanya untuk penyelesaian tunggakan PDAM, tapi juga Kejaksaan Negeri Singkawang ditunjuk sebagai Jaksa Pengacara Negara yang bertindak untuk mengamankan aset PDAM Gunung Poteng dan meminimalisir kemungkinan kerugian yang terjadi oleh perbuatan pihak-pihak lain,” ujarnya.
Sehingga, melalui kerjasama yang dibangun dengan Kejaksaan Negeri Singkawang, beberapa permasalahan itu akan didiskusikan.
“Artinya, mana permasalahan yang bisa diselesaikan secara mediasi akan kita selesaikan dengan cara mediasi. Tetapi kalau memang harus dibawa ke jalur hukum, maka inilah pengacara kami,” ungkapnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Singkawang, Sinarta Sembiring membenarkan kerjasama yang dibangun.
“Kita sudah melakukan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara, di Aula Kantor Kejaksaan beberapa waktu lalu,” katanya.
Perdata itu artinya, Kejaksaan mulai hari ini sebagai Jaksa Pengacara Negara bertindak untuk dan atas nama PDAM Gunung Poteng Singkawang untuk mengamankan aset PDAM Gunung Poteng dan meminimalisir kemungkinan kerugian yang terjadi oleh perbuatan pihak-pihak lain.
Sehingga, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Singkawang bertindak sebagai Jaksa Pengacara Negara mewakili PDAM Gunung Poteng Singkawang baik di persidangan maupun diluar persidangan untuk kepentingan PDAM.

























