SINGKAWANG, KITA – Panglima Bala Komando Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Distrik Singbebas, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa beduk Ramadan atau beduk raksasa yang sedang dibuat sekarang ini adalah merupakan inisiatif dari Muhammadin, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Singkawang. Iapun mengapresiasi niat baik Muhammadin dalam memeriahkan suasana Ramadan ditengah pagebluk pandemi covid-19.
“Mulai dari pembuatan sampai dengan pembiayaannya adalah merupakan inisiatif dari bapak Muhamaddin yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Singkawang,” kata Dedi, Selasa (14/4).
Sementara ibu Wali Kota Singkawang, Tjhai Cui Mie ikut menyumbang secara pribadi terkait kebutuhan pendukung dari mensukseskan kegiatan ini.
Menurutnya, biaya yang dikeluarkan bapak Muhammadin bukan berasal dari APBD Singkawang, tetapi murni secara pribadi yang dibantu oleh ibu Tjhai Cui Mie serta dibantu para pekerja secara gotong royong yaitu masyarakat yang peduli,” ujarnya.
Hanya saja, beduk raksasa tersebut disandingkan dengan tulisan PFKPM, yang mana karena kecintaan saudara Muhamaddin terhadap lembaga kemasyarakatan muslim yang salah satunya PFKPM.
“Hal tersebut wajar karena PFKPM merupakan organisasi yang keberadaannya berbasis muslim dan kental dengan adat istiadat masyarakat muslim tempatan. Kebetulan saudara Muhamaddin inikan juga mantan pengurus PFKPM,” ungkapnya.
Walaupun sudah dibekukan tapi kecintaannya terhadap PFKPKM masih dibuktikannya. “Seperti pemasangan lampu dan pengecatan Tugu Elang Laut yang terletak di simpang empat Kuala Melayu,” jelasnya.
“Tetapi aneh, kenapa justru saudara Mariadi (ketua) dan Ikhsan Dermawan (sekretaris) yang seolah-olah punya gawe, inisiatif dan hajatan, sampai-sampai keduanya tampil disalah satu media dan berfoto bersama dengan menggunakan nama organisasi PFKPM dengan mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Singkawang yang telah ikut mensupport pada kegiatan beduk tersebut.”katanya
“Hal tersebut sangat keliru dengan membawa-bawa nama PFKPM sebagai ketua dan sekretaris. Bukankah kedua teman kita ini (Mariadi/Ikhsan Dermawan) telah di non aktifkan atau dicabut SK-nya sebagai ketua dan sekretaris PFKPM Kota Singkawang. Dan ini sudah dibekukan sejak 2019 lalu. Karena dinilai oleh DPP PFKPM tidak bisa melaksanakan fungsi dan roda organisasi,” tuturnya.
Bahkan yang menyampaikan SK non aktif/pembekuan tersebut melalui Bala Komando PFKPM Distrik Singbebas yang dipercaya sebagai perpanjangan dan garis koordinasi dengan DPP PFKPM Kalbar.
“Maka dari itu, saya sampaikan surat tersebut kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang sebagai pembina dan kepada Kesbanglinmas dan juga kepada yang bersangkutan melalui Ketua Penasehat,” ujarnya.
Hal ini dia sampaikan agar sebagai masyarakat mengetahui dan meluruskan hal-hal yang keliru seperti ini.
“Secara pribadi dan organisasi saya juga merasa kecewa dan malu dengan tindakan tersebut, kenapa masih ada pola pikir seperti itu, orang yang berbuat dengan ide-ide kreatif sebagai bentuk kepedulian malah dibelakangi dan dirampas karya ciptanya untuk kepentingn pribadi. Sungguh hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi kedepannya,” pintanya.
Harapan dia, setelah ini teman-teman dan saudara muslim tetap bersatu dalam pemikiran yang sehat, saling menghargai dan bukan sebaliknya merampas hak-hak orang lain dan mengecilkan perjuangan teman-teman yang telah berbuat


























