SINGKAWANG KITA – Puluhan guru SMA Negeri 2 Singkawang mengikuti kegiatan In House Training (IHT) berkelanjutan di SMA Negeri 2 Singkawang, Senin (3/8).
Kegiatan yang digelar selama tiga hari kedepan ini mengangkat tema pemanfaatan platform dalam pembelajaran daring menggunakan moodle dan google meet dimasa pandemi Covid-19 tahun pelajaran 2020-2021.
Kepala Bidang Pembinaan, Ketenagaan Disdikbud Provinsi Kalbar, Kusnadi mengatakan, kegiatan ini sangat baik sekali apalagi dalam rangka menghadapi Covid-19 saat ini.
“Memang pelatihan secara daring sangat dianjurkan oleh pemerintah, walaupun anak-anak saat ini tidak sekolah maka anak-anak tetap bisa belajar dari rumah melalui internet yang ada disetiap ponsel mereka,” katanya.
Mudah-mudahan pembelajaran secara daring ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak agar bisa lebih baik.
Terlebih sesuai kebijakan pemerintah, informasinya proses belajar mengajar di sekolah akan dimulai pada bulan Desember nanti. Namun itupun tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
“Seperti rencana awalkan akan dimulai pada bulan Agustus 2020. Yang mana proses belajar mengajar secara tatap muka akan dilangsungkan khusus siswa kelas 3 SMP dan SMA. Tapi nyatanya, ada temuan terhadap guru yang dinyatakan terkonfirmasi positip Covid-19, sehingga proses belajar mengajar tatap muka mungkin ditunda,” ujarnya.
Meski demikian, situasi seperti ini bukanlah merupakan suatu alasan bagi siswa untuk tidak belajar. Terlebih sekarang ini zamannya teknologi.
“Sehingga kita harapkan proses pembelajaran juga harus berbasis teknologi. Dengan demikian, kapan dan dimanapun anak-anak tetap bisa belajar melalui teknologi,” ungkapnya.
Tetapi jangan menjadikan teknologi itu merupakan satu-satunya cara untuk dapat memberikan proses pembelajaran, karena bagaimana pun dengan tatap muka adalah merupakan proses pembelajaran yang paling ideal.
“Dengan tatap muka sangat diharapkan keteladanan yang diberikan oleh seorang tenaga pendidik kepada siswanya. Tetapi mengingat kondisi masih seperti ini mau tidak mau dilakukan secara teknologi daripada tidak sama sekali,” harapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib mengatakan, jika pelatihan In House Training (IHT) adalah merupakan kegiatan rutin di sekolah.
“Mestinya setiap sekolah harus bisa membuat kegiatan seperti ini dalam rangka meningkatkan kemampuan para guru untuk menghadapi hal-hal yang terjadi di sekolah,” katanya.
Apalagi dalam kondisi sekarang inikan masih dalam.pandemi Covid-19. Sehingga perlu dilakukan persiapan terhadap guru-guru salah satunya melakukan proses belajar mengajar secara daring.
“Jujur saya katakan, bahwa pembelajaran secara daring di Indonesia inikan belum siap. Saya katakan begitu karena sampai hari ini moodle pembelajaran daring secara terstruktur dari Kementerian itu belum ada. Inikan pandai-pandai guru saja,” ujarnya.
Andai saja sudah ada moodle pembelajaran daring secara terstruktur dari Kementerian tentu akan ada keseragaman baik secara penilaian atau standarisasi.
“Namun yang terjadi selama pandemi ini adalah pembelajaran pandai-pandai guru dan sekolah. Karena tidak ada panduan yang khusus dari Kementerian,” pungkasnya.
Kepada guru-guru baik SD, SMP dan SMA di Kota Singkawang diminta harus bisa meningkatkan kemampuan mereka khususnya dibidang Teknologi. Karena dalam masa pandemi Covid-19 sekarang ini, yang bisa dijalankan adalah pembelajaran melalui daring.
“Jika tidak bisa menguasai perangkat atau aplikasi dan metode pembelajaran secara daring tentu akan susah” ungkapnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Singkawang, Marskot mengatakan, tujuan dilakukannya kegiatan In House Training (IHT) ini, adalah untuk melakukan penguatan terhadap guru.
“Karena pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini anak-anak (siswa) tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka. Maka salah satu cara yang kita lakukan adalah melakukan kegiatan pembelajaran dengan cara daring,” katanya.
Dalam kegiatan ini, pihaknya melibatkan dari berbagai pihak agar mendapat dukungan baik dari Disdikbud, pengawas satuan pendidikan dan komite.
“Sehingga bisa mendorong orang tua berpartisipasi dalam rangka mendorong anak-anaknya agar bisa mengikuti pembelajaran secara daring di rumah,” ujarnya.
Ketua panitia kegiatan, Nila Lestiawati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman guru dalam penggunaan platform yang efektif dalam menunjang proses pembelajaran secara daring dengan menggunakan moodle dan google meet dimasa pandemi Covid-19 tahun pelajaran 2020-2021.
“Karena situasi pandemi Covid-19 sekarang ini cara ini merupakan salah satu alternatif yang bisa diambil khususnya dalam proses pembelajaran,” katanya.
Meskipun Singkawang berada di zona hijau, namun proses pembelajaran tatap muka secara awal baru boleh dilakukan siswa kelas XII. Barulah menyusul kelas-kelas yang lain.
“Dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 42 guru dari SMA Negeri 2 Singkawang,” ujarnya.


























