SINGKAWANG,KITA- Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, dr Ruchanihadi mengatakan pihaknya menerapkan prosedur observasi di ruang isolasi terhadap pasien satu keluarga yang terdiri dari dua anak dan orang tuanya di ruang isolasi.
Prosedur ini diambil lantaran pasien anak berusia lima tahun mengalami demam dan batuk, meski anggota keluarga yang lain tidak memiliki keluhan sakit satu keluarga ini terpaksa di observasi lantaran sekitar 10 hari terakhir baru pulang dari Korea Selatan.
“Pada rabu malam kemarin dirujuk dari RS Bengkayang kesini, kondisi anak demam batuk, tetapi berdasarkan obersevasi terakhir dari dokter yang menangani si anak kondisinya telah stabil” kata Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi, Kamis (5/3).
Direncanakan proses observasi ini akan berlangsung tiga hingga empat hari kedepan.
“Mereka akan kita observasi sekitar 3-4 hari, mengingat masa inkubasinya selama 14 hari,” ujarnya.
Kemudian, pada hari ini (Kamis, 5 Maret) rencananya akan pihaknya ambil sample lendir tenggorokan mereka untuk diikirim ke Jakarta. “Dari hasil itulah kita baru bisa mengetahui hal yang sebenarnya,” ujarnya.
Iapun meminta agar warga atau netizen di dunia maya untuk tidak panik atas observasi yang dilakukan terhadap pasien dari Bengkayang ini, untuk pelayanan rumah sakit juga berlangsung normal.


























