SINGKAWANG KITA – Politisi PDI Perjuangan Darmadi Durianto angkat bicara soal Wali Kota Tjhai Chui Mie yang tengah disorot terkait perbedaan pandangan dengan Fraksi Hanura di DPRD Kota Singkawang. Menurut anggota Komisi VI DPR-RI ini, perdebatan antara eksekutif dengan legislatif merupakan hal biasa dalam berdemokrasi. Semua memiliki tugas dan fungsinya tersendiri.
“Menurut saya biasa ya yang namanya dinamika, perbedaan pandangan, berdebat adu argumentasi, saya saja di DPR begitu kok, jadi tidak perlu dipersoalkan, apalagi digoreng sana sini, PDI Perjuangan dan Hanura hubungannya baik-baik saja kok,” ujar Darmadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/10).
Bendahara Megawati Institute ini mengungkapkan, perbedaan pandangan juga kerap terjadi di internal, namun semua itu tidak sampai masuk ke hati.
“Saya menilai Ibu Tjhai Chui Mie bagus kok dalam memimpin Kota Singkawang. Saya rasa tidak mungkin lah Ibu Tjhai Chui Mie seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan. Setiap pemimpin itu kan memiliki gayanya tersendiri, masa harus sama semua, tolonglah kita saling menghargai, jadi gak perlu goreng-goreng segala,”
Anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR ini, menduga ada agenda kepentingan politik untuk membenturkan PDI Perjuangan dengan Hanura yang berkoalisasi dalam memenangkan Tjhai Chui Mie – Irwan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang.
“Mari kita terus bersinergi untuk membangun Indonesia dimanapun kita berada, terlebih di masa pandemi, ekonomi harus kembali bangkit. Maju terus Ibu Tjhai Chui Mie jadikan Kota Singkawang HEBAT!,” ajak Darmadi, yang juga pengurus Sekolah PDI Perjuangan.
Tak hanya petinggi PDI Perjuangan, Ketua DPC PAN Singkawang Muhammadin juga angkat bicara terkait dana PEN.

Ketua DPD PAN Singkawang H.Muhammadin juga angkat bicara tentang dana PEN yang kini menjadi perbincangan secara publik dan media masa. Anggota legislatif ini yang di Amanahkan oleh masyarakat di DPRD kota Singkawang dari dapil Timur-Utara menyampaikan sebagai perpanjangan tangan dari Partai dan Amanah rakyat yang saya wakili dapil pemilihan Singkawang timur-Utara.
“Adanya dana PEN ini memberikan apresiasi. Kami sangat memberikan apresiasi yang besar pada pemerintah daerah yaitu walikota yang cepat, sigap, pantas, dalam mengambil langkah khususnya pembangunan disekitaran Kota Singkawang. Dengan adanya Program Pemulihan ekonomi Nasional untuk daerah tanpa bunga ini,” ungkap Legislator yang memiliki suara individu terbesar ke 3 Sekota Singkawang ini.
Muhammadin juga menyampaikan di masa pandemi Covid-19 apa yang bisa dilakukan dalam pembangunan infrastruktur kalau melihat sumber APBD yang sudah terpakai untuk menanganan Covid 19 dan yang terjadi. Singkawang, kata dia, akan mati suri/ tidak akan ada pembangunan yang berskala besar, terutama pembangunan infrastruktur.
“Seandainya kalau kita sebagai kepala daerah belum tentu bisa berpikir dan merespon cepat peluang yang diprogramkan pemerintah Pusat, karna anggaran APBD yg sangat kecil, di potong lagi anggaran covid yang sangat besar puluhan sampai ratusan milyar,” jelasnya..
Dalam sistem kebijakan, kata Muhamamdin Walikota Singkawang sudah sangat bijaksana dan cerdas dalam mengambil langkah Pasang Badan mengatasi pembangunan dimasa pandemi covid 19.
Ia juga mengingatkan terkait usulan Dana PEN ini hampir semua kab/kota telah mengajukan program PEN se-Indonesia, namun hanya Kota Singkawang yang disetujui, sehingga satu satunya pemeritah daerah di Kalimantan yang menerima PEN ini.
Muhammadin juga menyampaikan flasback saat pandangan Akhir fraksi Kamis lalu, dirinya mewakili Fraksi gabungan KSAP, sebagai juru bicara Pandangan fraksi menyampaikan ucapan terimakasih dari warga secara tegas dan gamblang, terlebih lagi warga masyarakat pinggiran yang saat ini merasakan kebagian pemerataan pembangunan infrastruktur yg merasakan di perhatikan secara adil. “Kita Bisa melihat contoh untuk Singkawang utara dalam kurun 40 tahun bahkan lebih, masyarakat selama ini banyak menginginkan pembangunan infrastruktur jalan yang baik dan layak bisa cepat terbangun. Apakah bisa dibangun dalam 1 tahun anggaran? Itu pasti kita bermimpi di siang hari. Yg sudah terlewati 40 tahun saja tidak bisa ter selesai dengan anggaran APBD,” jelasnya.
Dan sekarang adanya Dana PEN ini bisa diselesaikan dalam jangka waktu 6 bulan. Dan mungkin tidak bisa terbayangkan sampai disini. Dan inilah salah satu prestasi dari seorang Walikota “Tjhai Chui Mie” dalam pembangunan sekitaran kota singkawang. “Jadi dalam hal ini kita pantas sangat sangat bersyukur, dan ber terima kasih atas kebijakan walikota ibu “Tjhai Chui Mie”.
Kemudian apa manfaat dana PEN bagi pembangunan maupun bagi mamsyarakat, Muhammadin menjawab tentunya banyak sekali baik dalam segi efesiensi dan waktu. Ia pun mengambil contoh Ustad Aus Mustafa/Sasanti Pantarai Fraksi PKS menyatakan dalam pandangan akhir, saat hendak kita mau Ceramah ke kelurahan Mayosapa bisa 1.5 jam perjalanan, di saat jalan hancur dan berlobang, saat ini cukup 10-15 menit. “Ini contoh manfaat yang telah dirasakan,” katanya.
Adalagi, tambah dia, Jalan H.Bakar kelurahan Semelagi Kecil, dimana lebih 100 lebih tahun badan jalannya dibangun, sampai saat ini pernahkah terbayangkan bisa terbangunkan. “Dengan adanya PEN ekarang bisa terlesaikan pembangunannya. Saya tambah lagi masyarakat yang dulu dari semelagi hulu ke hilir, lebih memilih memutar jalan ke Jalan Semai Sungai Garam, karrna mencari jalan yang bagus untuk membawa hasil panen atau keluarga ke arah Sambas.c Dan Saat ini kalau sudah selesai pembangunan, masyarakat tidaklah perlu jauh-jauh untuk memutar menghabiskan waktu dengan waktu 30 Sampai 40 menit, kini cukup 5- 10 menit sampai dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Belum lagi, tambah Muhammadin, jalan jalan jalan lain di sekitaran Singkawang Timur. Mentoman yang belum pernah tersentuh, Yunus yokub, Demang akub, Hamit Matali di Utara, Malindo, jl sosial, jalan baru Kel. Sedau dan banyak lagi tersebar 5 kecamatan. Tentunya, kata dia, pembangunan dengan bersumber dana PEN ini semua sangat berdampak pada ekonomi, sosial, pendidikan dan kinerja tentunya, dan uang yang beredar dari pembelian bahan bangunan dengan para pedagang di kota Singkawang. Bahkan, tambah dia, ada masyarakat yang sebahagian bekerja.
“Dan perlu di ingat Program PEN di setujui adalah program kegiatan dulu yang di ajukan Sesuai mekanisme, setelah program setujui, Pemerintah pusat baru mensetujui Anggaran yang akan di gelontorkan tentu sesuai Program kebijakan Pemerintah pusat, jadi tidak sembarangan,” jelasnya.
Dengan dana PEN fakta di lapangan masyarakat sangat menikmati hasil dari kebijakan cepat dan pantas dari pemikiran pemimpin itu sendri. Harapan kita semua harus rasional berfikir, jangan mengatasnamakan rakyat tidak setuju. tapi fakta di lapangan, hampir semua rakyatnya merasakan manfaat dampak dari pembangunan dana PEN. Dan untuk proses perhitungan pengembalian juga tidak sembarang, tentu ada mekanisme dalam pengembalian dan sistem keuangan sudah di hitung dengan cermat,
“Kedepan kita hanya membayar, tidak terlalu banyak lagi pemerintah kota memikirkan untuk membangun jalan jalan yang mengunakan dana besar, dan tidak lagi perlu waktu “40 tahun* untuk menunggu pembangunan yang tidak kunjung terbangun. Fungsi kami Sebagai Ketua Partai katanya. Pasti mendukung kegiatan yg mementingkan kepentingan masyarakat dalam pembangunan serta mengawasi dan mengkritisi dengan kebijakan itu melalui anggota DPRD perpanjangan Partai Suatu daerah atau kota yang memiliki pemimpin pemerintahan yang bejiwa membangun untuk rakyat banyak, pemimpin tersebut akan disenangi masyarakatnya,” katanya.



























