SINGKAWANG, KITA – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyalurkan bantuan dari donatur kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid-19 khususnya di Pasar Turi dan Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Minggu (12/4).
Dipasar Turi, Wali Kota bersama relawan membagikan masker kepada pedagang maupun masyarakat. “Saya harap gunakan masker, jangan tidak dipakai. Selalu terapkan Physical Distancing,” kata Tjhai Chui Mie

Usai dari Pasar Turi, Ia dan rombongan kemudian bergerak ke Setapuk menyalurkan bantuan dari Vihara Kim Tet Jang. Tim lain juga bergerak pada siang dan sore harinya diwilayah Singkawang yang lainnya.
“Bantuan berupa masker dan mie instan ini berasal dari Yayasan Vihara Dharma Bakti Jakarta (Kim Tet Jang),” kata Tjhai Chui Mie.
Mie instan yang diberikan ada sebanyak 2.000 dus. Tetapi dari bantuan tersebut, dibagi menjadi dua, sehingga pembagiannya dapat diberikan kepada 4.000 rumah.
Kepada warga yang usianya sudah lansia, diberikan beras sebanyak satu karung seberat 5 Kg.
“Kami atas nama Pemkot Singkawang mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah bersumbangsih menyisihkan rezekinya untuk membantu masyarakat Kota Singkawang,” ujarnya.
Kepada masyarakat Kota Singkawang, diminta untuk selalu menjaga kesehatan untuk bersama-sama melawan Covid-19 agar segera berlalu.
Sejumlah masyarakat mengaku sangat senang atas bantuan yang disalurkan ini, Iyan misalnya pekerja serabutan ini mengaku sangat berterimakasih, lantaran kini dimasa sulit akibat Pandemi Covid-19 masih saja ada orang yang berbaik hati.
“Yang jelas berterimakasih baik kepade yang mbarek banto’an maokpun bu Wali yang udah nyampaikan, memang kinni kerjaan agek sulit,” kata Iyan.
Sementara itu warga Condong, Jarwo menuturkan di situasi susah akibat sebaran Covid-19, sudah semestinya warga dan pemerintah saling bahu-membahu. Ia meyakini pemerintah terutama Pemkot Singkawang pasti berupaya keras untuk menanggulangi masalah utama oleh Covid-19 dibidang kesehatan maupun dampak ikutan terutama di sisi aspek sosial ekonomi kemasyarakatan.
“Donatur-donatur juga berperan besar dalam memberikan sumbangan, kita sebagai warga menurut saya, jika tidak mampu menyumbang materi, setidaknya bisa menyumbangkan perilaku, misalnya dengan cara mengikuti imbauan pemerintah, tidak berkerumun dan pakai masker,” kata Jarwo
Ia juga menyayangkan masih banyaknya cemohan yang bersiliweran terutama di media sosial. “Kritik itu baik, cuman nyinyir dan memperolok itu sangat tidak baik. Sering saya lihat di media sosial misal soal beras sampailah yang penyemprotan, iri hati dan dengki bisa jadi penyakit. Nanti kalau sudah tidak ada yang bantu barulah tengangak,” kata Jarwo.

























