SINGKAWANG, KITA – Guna meringankan beban warga kurang mampu dan terdampak Covid-19, Pemprov Kalbar dan Pemkot Singkawang membagikan beras dengan berat 20 kilogram per kepala-keluarga.
Penyaluran bantuan beras melalui kebijakan gubernur dimaksud di atas, mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah terverifikasi secara reguler oleh Kementerian Sosial RI.
“Sesuai data tersebut, maka kk miskin yang menjadi sasaran bantuan beras sebanyak 15.316 kk dengan jiwa 64.544 jiwa dari total penduduk singkawang, berdasarkan perhitungan alokasi setiap kk mendapat jatah 20 kg dikalikan jumlah kk sebanyak 15.316 maka total jumlah beras yang disalurkan sebanyak 306.320 kg (306,3 ton).” Kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie Rabu 1 April 2020.
Berdasarkan perencanaan, akan ada 20 ribu KK terdampak yang mendapatkan bantuan, kekurang pasokan beras dari Provinsi akan dicukupkan oleh Pemkot Singkawang. Targetnya adalah untuk kepala keluarga terdampak Covid-19 yang tidak termasuk didalam data DTKS.

Pada Rabu, sesuai dengan kemampuan tenaga bulog, armada yang dimiliki dan perbantuan dari tagana dinas sosial kota singkawang 12 orang personil, maka jumlah beras yang siap salur pada pagi ini sebanyak 40.000 kg (40 ton).
“Kegiatan penyaluran ini tidak berhenti pada hari ini saja tapi akan terus dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya sesuai kemampuan personil untuk menyiapkan beras dalam kantong 10 kg (rebag) oleh petugas bulog yang dibantu tagana dinas sosial kota singkawang dengan cara lembur.” katanya
Terkait dengan kebijakan pemerintah kota singkawang dalam meringankan warga masyarakat yang terdampak ekonomi akibat wabah covid-19, Walikota Singkawang telah mengarahkan tim gugus tugas dan opd terkait untuk mendata ulang kelompok sasaran yang perlu dibantu diluar sasaran yang akan menerima bantuan beras saat ini.
Kelompok sasaran prioritas yang akan dibantu terutama adalah yang bekerja di sektor informal, umkm skala mikro, buruh lepas, dan warga yang rentan guncangan ekonominya akibat pemberlakuan kebijakan social physical distancing.
Diharapkan pendataan ulang pada kelompok sasaran dimaksud dapat dilakukan secepatnya oleh lurah, camat dan diverifikasi oleh kepala opd terkait dan bilamana dipandang perlu dapat melibatkan kantor bps kota singkawang.
Bantuan beras ini akan dihantar langsung oleh petugas kerumah warga terdampak, jadi tidak perlu berkerumun mendatangi Kelurahan. Namun Wali Kota memastikan jika pihaknya mendapatkan informasi jika Bulog butuh waktu dalam pengemasan beras, diharapkan secepat mungkin seluruh seluruh wilayah dan warga terdampak sudah mendapatkan beras bantuan.

























