SINGKAWANAG KITA- Paska kedatangan vaksin covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat, Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan, jika pihaknya telah menyiapkan sebanyak 1.828 orang tenaga kesehatan Kota Singkawang. Sesuai dengan arahan pusat terkait tenaga kesehatan merupakan prioritas vaksinasi tahap awal lantaran profesi tenaga kesehatan yang rentan bersinggungan langsung dengan virus yang pertamakali terdeteksi di Wuhan RRC tersebut.
“Tahap pertama sasaran adalah tenaga kesehatan. Sesuai dengan data SDMK ada sebanyak 1.828 orang,” kata Barita, Rabu (6/1).
Menurutnya, tidak semua orang bisa divaksin. Hal itu dikarenakan ada orang yang sudah pernah terkonfirmasi, ibu hamil, ibu menyusui dan sedang dalam keadaan sakit berat yang disertai dengan penyakit Komorbid.
“Mengenai sanksi bagi warga yang menolak, memang sampai saat ini masih belum ada petunjuk,” ujarnya.
Sesuai jadwal, kata Barita, rencana launching di pusat akan dilaksanakan tanggal 13 Januari 2020.
“Kemudian diikuti oleh daerah,” ungkapnya.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan lokasi penyimpanan vaksin.
“Malam ini akan kita rapatkan bersama Satgas mengenai tempat penyimpanan vaksin yang akan dikirim di Kota Singkawang,” katanya.
Untuk tahap pertama, katanya, pemberian vaksin akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan.
“Namun pelaksanaan akan dimulai dari simbolis publik figur seperti Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Forkopimda dan para tokoh,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie menegaskan, jika dirinya pun bersedia untuk di vaksin. Karena dengan adanya vaksin, maka wabah virus Corona diharapkan tidak ada lagi di Indonesia khususnya di Kota Singkawang.
“Intinya kita siap untuk di vaksin,” ungkapnya.

























