SINGKAWANG,KITA- Ditengah sulitnya mencari handsanitizer di pasaran, membuat siswa siswi di SMK N 2 Singkawang jurusan farmasi memutar otak dan memproduksi sendiri. Meski demikian, handsanitizer yang mereka buat masih untuk kalangan terbatas yakni dilingkungan SMKN 2 Singkawang.
“Saat ini Hand Sanitizer yang kami hasilkan ada sebanyak 30 unit, semuanya untuk kebutuhan sekolah ini,” katanya.
Pembuatan Hand Sanitizer ini dilakukan, mengingat seiring berkembangnya Covid-19 di berbagai negara tak terkecuali di Indonesia. Sehingga, kebutuhan akan masker dan Hand Sanitizer saat ini tentunya ikut meningkat karena bisa dimanfaatkan sebagai alat pelindung diri.
Hal inipun membuat ketersediaan masker dan Hand Sanitizer di sejumlah Apotek Singkawang menjadi sulit dijumpai.
“Sehingga untuk mengurangi rasa kepanikan itu, kami dari siswa mencoba untuk membuat Hand Sanitizer dengan menggunakan bahan yang tidak terlalu rumit, seperti jel lidah buaya, kulit lemon dan alkohol sebanyak 70 persen,” ujarnya.
Hand Sanitizer yang mereka hasilkan untuk sementara waktu ini untuk keperluan sekolah dan belum terpikir untuk di pasarkan di Kota Singkawang.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie memberikan apresiasi kepada siswa siswi SMK Negeri 2 Singkawang, karena apa yang sudah mereka lakukan menunjukkan bahwa kemampuan siswa siswi Singkawang tidak kalah dengan siswa siswi yang ada di kota-kota besar.
“Kami dari Pemkot Singkawang selalu siap mendukung anak-anak Singkawang jika memang memiliki prestasi baik di bidang pendidikan maupun dibidang lainnya,” katanya.
Menurutnya, apa yang sudah dilakukan siswa siswi SMK Negeri 2 Singkawang ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang lainnya khususnya di Kota Singkawang.


























