SINGKAWANG, KITA- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie didampingi Kapolres Singkawang dan Kepala OPD Pemkot Singkawang meninjau Gedung Diklat BKPSDM, Jalan BLKI, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Selasa (5/5).
Peninjauan gedung ini, karena akan menjadi salah satu tempat karantina mandiri secara terpusat untuk menampung lonjakan orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 di Kota Singkawang.
“Selain gedung ini, kita juga sudah menyiapkan dua tempat lainnya untuk dijadikan sebagai tempat karantina mandiri secara terpusat. Dua tempat itu adalah eks Kantor Satpol PP dan Pelabuhan Sedau,” kata Tjhai Chui Mie.
Dia menjelaskan, untuk Gedung Diklat BKPSDM, berdasarkan peninjauan bahwa di lokasi tersebut sudah terdapat kamar, tempat tidur dan WC.
“Jadi hanya tinggal kita membuat pagar dan pintu besi teralis supaya masyarakat yang ada di sekitar tidak bisa masuk dan orang yang di karantina juga tidak bisa keluar secara bebas,” ujarnya.
Selain itu, gedung karantina mandiri secara terpusat ini juga akan dijaga oleh TNI, Polri dan Satpol PP Singkawang.
“Sedangkan saya sebagai Wali Kota Singkawang akan terus melakukan pemantauan secara rutin jika memang ada ODP yang di karantina di tiga lokasi tersebut,” ungkapnya.
Sehingga apabila ada ODP yang dimasukkan ke tempat karantina ini, masyarakat sekitar tidak perlu ragu dan takut, karena dari segi keamanan akan menjadi perhatian Pemkot Singkawang.
“Jadi masyarakat Singkawang jangan ragu dan takut apa yang sudah kita putuskan, karena penetapan gedung ini untuk dijadikan sebagai tempat karantina mandiri secara terpusat sudah melewati kajian-kajian dan keselamatan serta keamanannya tentu akan kita tingkatkan,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, untuk di Gedung Diklat BKPSDM Singkawang saat ini sudah tersedia sebanyak 40 kamar.
“Artinya masing-masing blok (A dan B) bisa menampung sebanyak 20 kamar. Bahkan ada satu tempat lagi yang juga diprediksikan bisa menampung sebanyak 20 kamar, jika memang jumlah ODP masih membludak,” jelasnya.
Sedangkan di eks Kantor Satpol PP Singkawang bisa menampung sebanyak 13 kamar dan Pelabuhan Sedau diprediksikan bisa menampung sebanyak 80 kamar.
Namun, dari tiga lokasi itu yang paling siap sarana dan prasarananya adalah Gedung Diklat BKPSDM Singkawang. Sedangkan dua lokasi lainnya akan terus dipersiapkan sambil melihat situasi dan kondisi yang ada.
Diapun berharap, rencana pemanfaatan Gedung Diklat BKPSDM, eks Kantor Satpol PP dan Pelabuhan Sedau Singkawang hanyalah sebagai persiapan apabila jumlah ODP yang dicurigai terpapar Covid-19 terus meningkat di Kota Singkawang.
“Jadi ini hanya untuk persiapan kita saja, terpenting tempatnya sudah ada. Dan mudah-mudahan tiga lokasi yang kita siapkan ini tidak sampai terjadi dan tidak sampai digunakan. Dan saya tekankan, tempat ini hanya khusus untuk ODP saja,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan, sampai dengan hari ini ada sebanyak 149 ODP yang masih dalam pemantauan pihaknya.
“Jumlah ini tersebar di lima kecamatan yang ada di Singkawang,” katanya.
Seperti di Kecamatan Singkawang Barat ada 41 orang, Singkawang Utara 9 orang, Singkawang Timur 2 orang, Singkawang Tengah 77 orang dan Singkawang Selatan 20 orang.
“Jadi ini yang masih kita pantau,” ujarnya.


























