SINGKAWANG KITA – Wali kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meresmikan peluncuran Videotrone Bahan Pokok(Bapok) di Pasar Beringin Singkawang, Selasa (22/12).
“Videotrone ini adalah sebagai informasi harga sembako dan informasi lainnya untuk masyarakat dan pedagang yang akan berbelanja maupun menjual dagangannya,” kata Tjhai Chui Mie.
Jadi, katanya, sebelum berbelanja masyarakat bisa melihat dulu harga di Video Trone sebagai acuan sembako di Kota Singkawang.
Sebelumnya, Tjhai Chui Mie sudah melaunching aplikasi Marketing Bisnis Center (MBC) Kota Singkawang. Apabila masyarakat sudah memiliki aplikasi tersebut, bisa mengetahui harga bahan pokok di Pasar Beringin Singkawang.
“Jadi sangat memudahkan masyarakat untuk mengetahui harga bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari,” ujarnya.
Peluncuran MBC dan Video Trone ini adalah merupakan inovasi baru yang diluncurkan Disperindagkop dan UKM Singkawang. Bahkan Video Trone tersebut sudah langsung konek ke Kementerian Perdagangan RI.
“Sehingga dari Kementerian bisa langsung mengetahui harga dan situasi perdagangan di Kota Singkawang, karena semua bisa dimonitor melalui aplikasi MBC,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan harga bahan pokok akan diupdate terus setiap harinya. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan baik secara manual maupun IT.
“Monitoring tetap kita lakukan melalui Disperindagkop dan UKM bersama Satgas Pangan dan Komisi 2 DPRD Kota Singkawang,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin mengatakan, perkembangan harga bahan pokok setiap harinya akan terus diupdate, karena sesuai dengan pemantauan dari Kemendag harga sembako akan terus di update setiap pagi.
“Jadi setiap pagi kita akan turun ke lapangan untuk mengupdate harga sembako. Dan ini langsung menyambung dengan link Kemendag melalui sistem aplikasi Sibapok,” katanya.
Artinya, ketika orang melihat aplikasi Sibapok akan ketahuan semua harganya dan langsung menyambung ke Video Trone.
Menurutnya, Video Trone ini bukan hanya menginformasikan terkait sembako saja, tapi juga menginformasikan terkait dengan program-program yang akan dilakukan Pemkot Singkawang.
“Jadi sangat fleksibel dan mudah untuk digunakan bagi Pemkot Singkawang,” ujarnya.
Meski demikian, secara fungsional pihaknya akan tetap melakukan pengawasan di lapangan terlebih dalam beberapa hari lagi umat Kristiani akan menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru.
Muslimin mengungkapkan, aplikasi MBC yang baru saja dilaunching Wali Kota Singkawang di Ruang TCM adalah merupakan salah satu aplikasi unggulan bagi pihaknya karena menggunakan sistem Android.
“Jadi setiap orang, siapapun dan dimanapun mereka bisa buka di Playstore maka semua produk-produk UKM Singkawang bisa dilihat. Bahkan mereka bisa langsung mengetahui harganya,” ungkapnya.
Tujuan dibangunnya aplikasi ini adalah untuk memberikan semangat kepada pelaku-pelaku UKM agar semua produknya bisa dipromosikan dan dikenal bukan hanya sebatas di Singkawang saja tapi se-Indonesia meski saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 karena produknya terdaftar diaplikasi goukmsingkawang.
“Silahkan buka aplikasinya melalui Playstore maka akan terlihat semua produk-produk UKM Singkawang,” ajaknya.
Sementara ini, sudah ada sekitar 300 lebih produk dan akan pihaknya update dan kembangkan terus sampai dengan 3 ribu produk yang merupakan produk UKM Singkawang.

























