SINGKAWANG,KITA- Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Yunita Rusanti mengatakan ada dua cara dalam pelaksanaan sensus penduduk, rapat teknis daerah ini bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan sensus penduduk di seluruh Indonesia.
“Sensus penduduk ini kita lakukan dengan dua cara, yaitu online dan wawancara,” kata Yunita. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar menggelar rapat teknis daerah sensus penduduk 2020 di Aula salah satu hotel di Singkawang, Kamis (12/3).
Untuk sensus secara online sudah dimulai sejak 15 Februari sampai 31 Maret 2020. Sedangkan sensus penduduk melalui wawancara akan dimulai dari tanggal 1-30 Juli 2020.
“Kita mengharapkan semua masyarakat dapat mengisi dan ikut didalam sensus penduduk 2020,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan sensus penduduk tahun ini berbeda dari sensus penduduk sebelum-sebelumnya. Karena yang tahun sebelumnya sensus hanya dilakukan dengan cara interview atau secara Door to Door mendatangi responden, namun sekarang ada preless dari data Disdukcapil dalam rangka atau upaya merealisasikan satu data kependudukan Indonesia.
“Sehingga kita pakai data dasarnya yang sudah ada yaitu data dari Disdukcapil lalu kita update. Jadi tolong partisipasi aktif peran serta dari jurnalis untuk ikut mensosialisasikan agar semua masyarakat ikut berpartisipasi aktif didalam mensukseskan sensus penduduk 2020,” ungkapnya.
Karena, tujuan dari sensus ini adalah untuk menyiapkan data lengkap dari kependudukan, mengupdate penduduk baik secara dejure maupun defacto.
“Untuk yang sensus lengkap, kita akan mengumpulkan sebanyak 22 variabel atau pertanyaan, kemudian yang secara sampel akan dilakukan pada tahun 2021 yang variabelnya kurang lebih 90 pertanyaan,” jelasnya.
Dari pertanyaan atau variabel itu, otomatis BPS sangat mengharapkan informasi yang lebih lengkap lagi tentang data-data kependudukan Indonesia.
“Jadi tidak hanya soal pendidikan, lahir, umur dan pekerjaan saja, tapi juga yang lainnya baik mengenai informasi tentang perumahannya, kondisi perumahan, demokrafi semuanya akan kita tanyakan untuk dasar kebijakan baik pemerintah daerah maupun pusat untuk menentukan kebijakan kedepan,” katanya.
Secara umum, katanya, partisipasi masyarakat dalam berpartisipasi pada sensus penduduk dengan sistem online sudah cukup baik. Tetapi masih perlu ditingkatkan.
Target 20 Persen Secara Online
Kepala BPS Kota Singkawang, Firmansyah menargetkan sebanyak 20 persen masyarakat Singkawang yang tersensus secara online.
“Untuk mencapai target tersebut, saya minta dukungan dari semua stakeholder seperti TNI, Polri serta masyarakat untuk bisa mengisinya secara online,” katanya.
Dalam pengisiannya, masyarakat diharapkan sudah menyiapkan kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat nikah dan akta kelahiran.
Dia juga mengjngatkan ke masyarakat Singkawang untuk mewaspadai pihak-pihak atau situs yang mengaku-ngaku sebagai penyedia selain alamat web sensus.bps.go.id. “Ingat, jangan pernah memberikan nama ayah/ibu kandung kepada pihak/link/situs yang tidak dikenal,” pesannya.

























