SINGKAWANG,KITA- Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Barita P Ompusunggu juga meminta agar masyarakat Singkawang jangan terlalu panik dan khawatir.
“Karena kewaspadaan sudah kita lakukan sejak akhir Januari 2020 dan sudah kita siapkan rumah sakitnya bahkan SOP jika ada kasus dan itu sudah dilaksanakan dengan baik,” katanya Kamis 5 Maret 2020.
Saat ini, katanya, memang benar ada satu anak berusia 5 tahun yang baru pulang dari Korea Selatan sedang dirawat di ruang Isolasi khusus RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Ruang Isolasinya terpisah dari ruang perawatan pasien-pasien yang lain dan pintu masuk untuk ke ruang Isolasi itu berbeda.
“Tidak bersinggungan dengan tempat dimana pasien-pasien dirawat,” ujarnya.
Menurutnya, anak yang sakit itu masih dalam pengawasan beserta tiga anggota keluarga lainnya. “Jadi satu anak saja yang sakit, namun berhubung anak ini sudah memiliki hubungan kontak yang erat dengan keluarganya dan mereka juga sama-sama melakukan perjalanan yang sama ke Korea Selatan, maka akan kita observasi selama 3-4 hari ini atau sampai masa inkubasinya selama 14 hari, dan akan menjadi pengawasan pihak RSUD Abdul Aziz Singkawang,” ungkapnya.
Meskipun tiga keluarga lainnya tidak mengalami gejala apapun, tetapi mereka tetap di masukkan kedalam ruang isolasi yang sama karena masih dalam pengawasan.
Dalam kesempatan itu juga, dia mengimbau ke masyarakat Singkawang tidak usah takut dan terlalu khawatir. Masyarakat juga diimbau jangan melakukan aksi borong masker, antiseptik tangan dan sembako.
“Karena hal tersebut dapat dimanfaatkan segelintir oknum untuk mencari keuntungan yang besar,” katanya.

























