SINGKAWANG KITA- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan lantaran di masa pandemi, tidak ada perayaan atau festival guna memeriahkan Imlek. Untuk itu panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang bersinergi dengan Pemkot, lebih fokus kepada penataan dan hias kota atau lingkungan.
“Jadi lebih kepada hias kota, mulai dari pemasangan lampion, pemasangan replika sesuai Shio Kerbau logam kalender imlek tahun ini,” kata Tjhai Chui Mie awal Februari kemarin.
Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap merasakan kemeriahan meski hanya dirayakan secara sederhana. Terlebih dalam satu tahun kebelakang ini, seluruh umat beragama yang merayakan hari besar masing-masing juga terpaksa harus merasakan keprihatinan yang sama akibat Pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Petrus Yudha Sasmita mengatakan, pada prinsipnya seperti pada kegiatan tahun-tahun sebelumnya, Dishub selalu bersinergis baik dengan Panitia Imlek dan CGM khususnya dalam pemasangan dan jaringan listrik untuk lampu lampion guna memeriahkan dan menyukseskan Perayaan Imlek di Singkawang.
“Selain itu kita juga bersinergi dengan TNI-Polri dalam melakukan kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada saat event tersebut berlangsung yang dipadukan dalam operasi kepolisiam Liong Kapuas Polres Singkawang,” kata Yudha, Jumat (5/2).
Menurutnya, petugas PJU dalam beberapa hari ini sedang fokus memberikan jaringan suplay listrik pada hiasan lampion yang terpasang.
“Pemberian suplay listrik masih belum selesai, dikarenakan masih ada spot-spot yang belum hidup lampionnya karena hujan dan lain-lain. Mengingat faktor cuaca juga bisa mempengaruhi pemasangan instalasi,” ujarnya.
Ketua Pelaksana perayaan Imlek 2572 dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong mengatakan, dalam rangka menyambut perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini, pihaknya akan memasang sebanyak 5 ribu-6 ribu lampion.
“Ribuan lampion ini akan kita pasang di beberapa ruas jalan seperti Jalan P Diponegoro, Jalan Sejahtera, Jalan Niaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Setia Budi, Jalan GM. Situt dan Jalan Pasar Turi,” kata Athong.
Disamping itu, pihaknya juga akan memasang replika kerbau di Beringin Corner.
“Mengingat tahun ini merupakan Shio Kerbau, maka kita buat dua replika kerbau,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga memajang pohon Mei Hwa di Beringin Corner dan Bundaran AI Sakok.
“Pohon ini ada beberapa ukuran, ada 3 meter, 4 meter dan 7 meter,” ungkapnya.
Athong mengungkapkan, untuk di Beringin Corner ada 10 pohon dan di Bundaran AI Sakok ada 11 pohon.
Dia pun memastikan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini khususnya di Singkawang bakal meriah, meski tidak ada event-event yang dapat mendatangkan banyak orang.
“Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini masih dalam masa pandemi Covid-19, demi kesehatan dan keselamatan kita semua memang semua acara yang dapat mengundang banyak orang tidak kita laksanakan, tetapi kita hias kota biar tetap ada suasana tahun baru Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang,” jelasnya.
Intinya, kata Athong, panitia akan mengikuti imbauan Gubernur Kalimantan Barat terkait Surat Edaran No.443.1/0111 tahun 2021.
“Dan kita juga akan mensosialisasikan Surat Edaran Gubernur ini ke Vihara-Vihara, Kelenteng dan para tatung,” tuturnya

























