SINGKAWANG, KITA- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie melakukan panen padi bersama kelompok tani “Tani Baru” di Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan.
Orang nomor satu di Kota Singkawang ini didampingi Ketua DPRD Singkawang, Sujianto dan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Yusnita serta pastinya para petani.
Tjhai Chui Mie memuji para petani yang ditengah pandemic menjawab tantangan yang ada.
“Panen padi yang berlangsung di masa Pandemi covid-19 ini merupakan tantangan tersendiri bagi para kelompok tani di Kota Singkawang,” kata Tjhai Chui Mie, Kamis 11 Juni 2020
Tjhai Chui Mie juga bersyukur, ditengah masa sulit hasil panen padi yang didapat oleh petani berhasil naik diatas rata-rata yang meerka peroleh saban tahun.
“Dan bersyukur hasil panen musim puji syukur hasilnya diatas rata-rata,” katanya
Panen padi ini selain diisi dengan memotong padi yang telah siap panen, Wali Kota juga menikmati sajian panganan tradisional dan kelapa muda dibawah terik matahari pagi yang bagus untuk imunitas tubuh.
“Hasil panen mencapai 4,8 ton per hektare di lahan hamparan. Benih yang ditanam sebagiannya dicampur dengan padi Inpari 42. Sementara total luas lahan keseluruhan adalah 11 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi, Jumat (12/6).
Disituasi pandemi Covid-19 sekarang ini, dia berharap supaya petani tetap melakukan kegiatan di sektor pertanian seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, pakai masker setiap ke sawah, pulang cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak.
“Mari kita tingkatkan terus produksi hasil pertanian, padi, jagung dan umbi-umbian seperti keladi serta manfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman seperti cabai, cangkung, sawi dan lain-lain,” ujarnya.
Yusnita mengungkapkan, padi varietas Situ Bagendit adalah salah satu varietas padi gogo, tetapi mampu tumbuh baik pada lingkungan lahan sawah.
“Tanaman ini mempunyai tinggi antara 99-105 Cm, dengan umur tanaman 110-120 hari setelah sebar (HSS),” jelasnya.
Varietas Situ Bagendit, katanya, memiliki bentuk biji ramping, warna gabah kuning bersih, dengan bobot 1000 butir adalah 27,5 gram. Varietas ini mempunyai anakan produktif 12-13 batang/rumpun.
“Varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas, agak tahan terhadap penyakit hawar daun dan tahan terhadap penyakit tungro,” katanya.
Varietas ini juga menghasilkan tekstur nasi pulen, rata-rata produksi 4,0 ton GKP/Ha pada lahan kering dan 5,5 ton GKP/Ha pada lahan sawah.
“Dengan potensi hasil yang demikian, varietas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi nasional, ketahanan pangan, dan pendapatan petani,” ujarnya.
Menurutnya, varietas ini sudah banyak dimanfaatkan oleh penangkar benih dan petani terutama pada lahan kering atau lahan sawah dengan irigasi sederhana.

























