SINGKAWANG, KITA- Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin mengatakan, saat ini beberapa kebutuhan pokok seperti ayam potong dan telur ayam telah mengalami kenaikan harga.
“Kenaikan harga disebabkan permintaan banyak, sehingga membuat para pedagang harus mendatangkan beberapa kebutuhan pokok dari luar Singkawang,” kata Muslimin, Rabu (10/6).
Menurut pengakuan para pedagang, bahwa ayam potong banyak didatangkan dari Kota Pontianak.
“Dimana harga ayam kemarin sempat anjlok bahkan ada yang hanya dijual seharga Rp15.000-Rp16.000 per Kg ditingkat agen (kandang), dan parahnya lagi dalam beberapa waktu kemarin para peternak tidak memelihara ayam. Tetapi ketika saat sekarang permintaan sudah banyak, sehingga mereka terpaksa mendatangkan ayam dari Pontianak,” ujarnya.
Meski demikian, dirinya meyakini ketika situasi sudah normal maka harga ayam akan turun kembali.
Dia mengungkapkan, untuk ayam potong pada saat kondisi normal biasanya dijual seharga Rp30.000-Rp32.000 per Kg, tapi sekarang sudah dikisaran Rp52.000-Rp53.000 per Kg.
Sedangkan untuk telur ayam saat ini dijual dikisaran Rp24.000-Rp25.000 per Kg.
Untuk gula pasir saat ini sudah mulai mendekati harga normal, dimana harga yang dijual dipasaran hampir mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp12.500 per Kg.
“Saya meyakini mendekati lebaran Idul Adha nanti, harga gula pasir sudah mulai stabil,” ungkapnya.
Namun terkait dengan daging sapi, tambahnya, biasanya mendekati lebaran Idul Adha nanti diprediksikan akan mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan, daging sapi atau sapi yang masuk ke Kota Singkawang saat ini banyak yang berasal dari Pulau Jawa dan Madura.
“Jadi apabila kondisi Singkawang masih dalam pandemi Covid-19 dan sebagainya, dipastikan pendistribusian daging sapi atau sapi tidak akan lancar maka harga akan menjadi mahal,” katanya.
Dia berharap, maayarakat bisa cerdas menyikapi ini, karena mahalnya harga daging sapi kelak bukan dikarenakan kelangkaan, tetapi pendistribusiannya yang tidak bisa berjalan dengan lancar.
Bahkan, untuk mengimbangi agar harga daging sapi tidak terlalu tinggi, maka pihaknya akan mendorong Bulog untuk senantiasa menyiapkan stok daging beku.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran daging beku nanti dapat mengurangi persoalan masyarakat pada saat lebaran Idul Adha nanti,” jelasnya.
Kepala Seksi Distribusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri Disperindagkop dan UKM Singkawang, Helmi Aswandi mengatakan, tak hanya ayam potong dan telur ayam, tapi juga sawi keriting saat ini telah mengalami kenaikan harga yang signifikan.
“Berdasarkan pantauan kita tadi pagi, harga ayam potong sudah tembus diharga Rp52.000-Rp53.000 per Kg. Untuk telur ayam sudah dikisaran harga Rp26.000-Rp27.000 per Kg. Sedangkan sawi keriting Rp10.000 per Kg. Biasanya kalau harga normal sawi keriting hanya dijual sekitar Rp5000-Rp6000 per ikat,” katanya.
Menurutnya, kenaikan tiga komoditas ini disebabkan stok (ketersediaan) yang berkurang, sementara permintaan cukup banyak.
Untuk daging sapi, lanjutnya, berdasarkan pantauannya Rabu (10/6) pagi, sudah turun dari Rp130.000 menjadi Rp120.000 per Kg.
Untuk komoditas lain seperti beras medium dijual seharga Rp10.000 per Kg, sedangkan beras premium dijual seharga Rp13.500-Rp14.000 per Kg, minyak goreng curah Rp11.000 per Kg, sedangkan minyak goreng kemasan dijual Rp14.500-Rp15.000 per liter.
Kemudian, wortel dijual sekitar Rp25.000-Rp26.000 per Kg, bawang merah masih dijual tinggi dikisaran Rp50.000-Rp55.000 per Kg dan bawang putih Rp18.000 per Kg.
“Untuk cabai rawit saat ini dijual dengan harga rendah yakni Rp-40.000-Rp50.000 per Kg, kacang hijau Rp20.000 per Kg, kacang tanah dikisaran Rp26.000-Rp27.000 per Kg,” ujarnya.

























