SINGKAWANG KITA – Gubernur Kalbar Sutarmidji didampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama pejabat Pemprov dan daerah Kota Singkawang, Rabu (3/3)melakukan peletakan batu pertama renovasi dan pembangunan Mesjid Agung Nurul Islam.
Gubernur mendukung komitmen Walikota dan jajaran yang akan menganggarkan sebagian biaya pembangunan melalui APBD. Alhasil Bang Midji, sapaan Gubernur, yakin pembangunan akan berlangsung lancar.
“Saya yakin selesai, karena berdasarkan pengalaman saya sewaktu pembangunan Masjid Mujahidin Pontianak yang awalnya ditargetkan selama 3 tahun tetapi ternyata tidak sampai 3 tahun selesai, dengan syarat ada kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.
Dia pun meminta kepada masyarakat Kota Singkawang untuk tidak terlalu banyak mengkritisi segala sesuatunya yang pada akhirnya dapat menghambat pembangunan.
“Saya yakin renovasi masjid ini bisa selesai dalam waktu 20 bulan, apalagi ada komitmen dari APBD,” tegasnya.
Menurutnya sumber dana dari masyarakat lainnya juga banyak. Sehingga kepada panitia pembangunan, pengurus masjid dan yayasan diharapkan bisa kompak dan bisa mencari sumber-sumber dana lainnya.
“Hanya tinggal mencari 25 persen dari dana yang sudah ada. Masak sih masyarakat tidak mau membantu untuk Masjid Agung yang nantinya akan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Singkawang,” jelasnya.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, dengan dimulainya pembangunan Masjid Agung ini, dia sudah meminta kepada ketua panitia pembangunan untuk menyerahkan proposal.
“Proposal itu sudah berupa rekening dari uang negara, baik provinsi, kota, pusat maupun donatur,” katanya.
Karena terhitung Rabu (3/3) dirinya akan mencoba mengajak masyarakat, siapapun yang tergerak hatinya dan punya niat amal untuk ikut serta membangun Masjid Agung yang sudah ditarget paling lama 20 bulan.
“Disisi lainnya segala sesuatu proses dan prosedurnya harus dijalankan masing-masing tugas panitia pembangunan,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie mengungkapkan, jika desain Masjid Agung Nurul Islam Singkawang ini adalah hasil sayembara yang diikuti sebanyak 70 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Sayembara pemenang desain Masjid Agung ini dimenangkan peserta dari Jakarta dengan tema Kopiah Nusantara,” ungkapnya.
Menurutnya, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Masjid Agung Nurul Islam Singkawang adalah sebesar Rp55 Milyar.
“Dari Pemkot Singkawang sudah menganggarkan sebesar Rp13 Milyar. Saya berharap ada bantuan dari Pemprov dan donatur untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Agung tersebut,” ungkapnya.
Meski demikian, berapa pun anggaran yang terkumpul nantinya akan dibackup dari APBD Singkawang.
“Artinya APBD Pemkot Singkawang selalu standby untuk itu, namun panitia yang ditunjuk juga harus mencari dana donatur. Donaturnya nanti harus masuk ke rekening panitia pembanguan Masjid Agung Singkawang,” jelasnya.


























