SINGKAWANG, KITA- Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Singkawang melakukan Rapid Test massal di pusat keramaian, Jumat (19/6) malam.
Dalam giat tersebut, Wali Kota Singkawang sekaligus ketua tim, turun langsung menyaksikan jalannya Rapid Test.
“Kita melakukan kegiatan Rapid Test di pusat keramaian seperti warung kopi (warkop), cafe dan pasar tradisional,” kata Tjhai Chui Mie.
Pelaksanaan Rapid Test ini merupakan salah satu langkah pihaknya untuk mempersiapkan New Normal.
Maka dari itu dia sangat mengharapkan agar seluruh masyarakat Singkawang bisa menyadari untuk selalu menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan bisa memperhatikan protokol kesehatan.
“Evaluasi kita dalam dua minggu kedepan,” ujarnya.
Tetapi apabila jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) semakin hari semakin bertambah, maka kondisinya akan kembali seperti semula tanpa New Normal.
Menurutnya, Rapid Test yang digelar akan terus berkelanjutan dan apabila ada warga yang reaktif maka akan dilakukan karantina selama 14 hari.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan, dari 132 orang yang di Rapid Test hasilnya semua non reaktif.
“Ratusan orang ini terdiri dari laki-laki 75 orang dan perempuan 57 orang. Semuanya non reaktif,” katanya.
Salah satu pengunjung warung kopi (warkop), Eko menyambut baik Rapid Test massal yang digelar Pemkot Singkawang.
“Perasaan was-was pasti ada, tapikan yang dilakukan Pemkot Singkawang untuk kesehatan kita bersama,” katanya.
Jika memang hasilnya nanti reaktif, dirinya menyatakan siap untuk menjalani karantina.
“Mudah-mudahan hasilnya non reaktif,” ujarnya.
Pengunjung warkop lainnya, Riyanto juga mengatakan hal yang sama. Perasaan was-was sudah pasti ada, tapi dia berharap hasilnya jangan sampai reaktif.
“Kalaupun nanti hasilnya reaktif, saya siap jika diminta karantina,” katanya.

























