SINGKAWANG, KITA- Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie bergegas ke Singkawang Utara pada Minggu Siang, usai ia mendapat koordinasi dari anggota DPRD Singkawang, Muhammadin. Terkait sejumlah warga di Singkawang Utara mengalami demam dan batuk, sepulang berdagang dari Serikin Malaysia.
“Harus segera diurus, semoga saja tidak apa-apa yang penting harus di cek dulu kesehatannya,” ujar Walikota yang kemudian menelepon Kadis Kesehatan dan Puskesmas Singkawang Utara. Minggu 22 Maret 2020.

Walikota kemudian berangkat bersama Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo yang turut membawa dokter dari Dokkes Polres Singkawang dan sejumlah APD atau Alat Pelindung Diri. Padahal mereka baru saja usai melakukan penyemprotan disinfektan di 8 rumah ibadah dan sekolah di Kota Singkawang.
Berdasarkan informasi dari anggota DPRD Singkawang, Muhammadin, sekitar 40an warganya mencari nafkah sebagai pedagang di Serikin Malaysia. Saat pulang kemarin, sebagian mengalami demam dan batuk.
“Namun dari 40 orang yang baru pulang dari Serikin ini, yang baru terkumpul dan diperiksa pada hari ini ada sebanyak 14 orang. Saya harap kepada Bapak Muhammadin dapat mengumpulkan sisanya besok untuk langsung dibawa ke Puskesmas guna melakukan pengecekan awal terhadap masyarakat kita yang baru pulang dari Serikin,” ujar Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie
Kemudian, Walikota juga meminta kepada 14 orang yang sudah diperiksa untuk melakukan karantina mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. Sambil dipantau rutin oleh tim kesehatan dari Puskesmas Singkawang Utara. Begitu pula dengan warga yang belum hadir pada saat pemeriksaan, untuk melakukan karantina mandiri dirumah masing-masing serta pada Senin harus mendatangi Puskesmas Singkawang Utara atau RSUD Abdul Aziz guna pemeriksaan kesehatan.
“Meski pada pemeriksaan hari ini mereka tidak demam, hanya mengalami sedikit batuk dan pilek. Kita akan lihat perkembangannya dan akan kita informasikan kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.
Anggota DPRD Singkawang, Muhammadin mengakui, cukup banyak warganya yang berjualan di Serikin Malaysia.
“Mereka biasa berangkat Jumat, kemudian Sabtu dan Minggu berjualan di Serikin dan kontak langsung di Malaysia,” katanya.
Saat pulang ke Singkawang, mereka mengeluh demam, batuk dan pilek. Kemudian, mereka dikumpulkan untuk diperiksakan ke tim medis.
“Hasil pemeriksaan, mereka dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri di rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Selama karantina, mereka tidak boleh keluar rumah selama 14 hari. Mengingat mereka baru pulang dari Serikin satu pekan yang lalu.
“Kita lihat perkembangannya lah selama 14 hari nanti,” ungkapnya.
Untuk warga lainnya yang belum diperiksa, diharapkan besok bisa memeriksakan diri ke Puskesmas. “Karena ada sekitar 40an orang yang biasa berjualan ke Serikin. Artinya, selain pemerintah yang aktif, masyarakat juga harus bisa aktif sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah sedini mungkin,” jelasnya

























