SINGKAWANGKITA- 50 siswa SPN atau Sekolah Polisi Negara Polda Kalbar mengikuti diskusi bersama organisasi lintas etnis dan budaya yang terdapat di Kota Singkawang. 50 siswa ini berasal dari Provinsi Papua Barat, mereka dikenalkan dengan keberagaman suku etnis dan budaya yang ada di Kota Singkawang.
Tema yang diangkat pada duskusi ini adalah ‘Merajut Kebhinekaan Dan Kebangsaan di Kota Singkawang’, di ruang Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Sabtu 13 November 2021. Pendidikan calon anggota Polri di SPN Polda Kalbar tidak hanya berisikan siswa yang berasal dari Kalbar, namun juga siswa dari daerah luar Kalbar, Misalnya berasal dari Polda Papua Barat.
Kegiata ini juga dirangkai dengan aksi sosial memberikan bantuan kepada warga tidak mampu di sekitar Kota Singkawang.
Kepala SPN Polda Kalbar melalui Kepala Bagian Pelajaran dan Latihan, AKBP Panggabean menerangkan, pengenalan budaya ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para siswa SPN asal Papua ini untuk menghadapi kegiatan praktek Latihan kerja lapangan di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
“Sehingga siswa ini mereka bisa beradaptasi ketika mereka praktek latihan kerja di lapangan di Kalimantan Barat ini,” ujar AKBP Panggabean, Minggu 14 November 2021.
Dalam kegiatan ini, Majelis Seni Budaya menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Singkawang, Drs. Stepanus untuk menyampaikan seni budaya Adat Dayak.
Kemudian, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, DR. Arnadi Arkan, M.Pd untuk menyampaikan Seni Budaya Adat Melayu.
Dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Singkawang, Drs. Budiman untuk menyampaikan seni budaya Tionghua.
Usai pengenalan kebudayaan, para siswa SPN Polda Kalbar dari Papua Barat melakukan anjangsana ke dua rumah adat yang ada di Kota Singkawang, yakni Rumah Adat Melayu dan Rumah Adat Dayak.
“Dalam kesempatan itu mereka juga melakukan pembagian sembako/bahan pokok kepada beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Seni Budaya Kota Singkawang, Mulyadi Qamal mengatakan, pengenalan kebudayaan Kalbar kepada para siswa SPN Polda Kalbar asal Papua ini bertujuan agar mereka mengetahui karakter masyarakat di masing-masing daerah di Kalbar
“Jadi sebelum mereka di tugaskan di lapangan, maka siswa SPN ini dikenalkan dengan adat istiadat, budaya daerah yang ada di Kalbar,” ujar Mulyadi.
Sehingga, kata Mulyadi, sewaktu ditugaskan di masing-masing daerah di Kalbar, para siswa SPN asal Papua ini tidak sewenang-wenang dalam bertugas, namun harus tahu juga dengan masing-masing karakter daerah.






























