SINGKAWANG, KITA- Jelang penerapan New Normal, sekitar 50 persen perusahaan Hotel dan Restoran saat ini sudah mulai beroperasi kembali di Kota Singkawang.
“Dengan sudah beroperasinya beberapa perusahaan Hotel dan Restoran di Singkawang, secara otomatis beberapa karyawan yang sempat dirumahkan juga ditarik kembali untuk bekerja,” kata Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja (DPMTK) Singkawang, Ruli Amri, Selasa (9/6).
Menurutnya, ada sekitar 60-70 persen karyawan Hotel dan Restoran yang dirumahkan, kini sudah diperkerjakan kembali oleh perusahaan.
“Hanya saja untuk secara keseluruhan dari semua sektor perusahaan kita belum melakukan pendataan ulang terkait berapa jumlah perusahaan yang buka dan karyawan yang diperkerjakan saat ini. Karena ini baru sebatas laporan dari perusahaan Hotel dan Restoran yang saat ini sudah mulai buka kembali,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah karyawan perusahaan yang dirumahkan selama pandemi Covid-19 ada sebanyak 1.222 orang. Sedangkan jumlah karyawan yang di PHK ada sebanyak 20 orang.
Kepala Dinas PMTK Singkawang, Asmadi mengatakan, pihaknya bersama Pengawas Provinsi Kalbar akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha guna mengedukasi pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta protokol kesehatan.
“Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan tentunya diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha dan konsumen khususnya dalam bertransaksi jual beli yaitu tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Terlebih Pemerintah Pusat berencana akan menuju era New Normal yang Insya Allah akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
Sehingga, ini merupakan tugas dan tanggungjawab bersama untuk mendukung program tersebut agar penularan Covid-19 cepat berakhir di Indonesia khususnya di Kota Singkawang dan perekonomian cepat pulih dan tumbuh kembali.
Dia pun berharap, pasca Idul Fitri semoga wabah Covid-19 segera reda di Indonesia khususnya di Kota Singkawang.
“Dan diharapkan perekonomian masyarakat Singkawang tumbuh kembali dan kami akan terus memantau sesuai dengan tupoksi kami yaitu
kesehatan dan keselamatan kerja (K3),” jelasnya.

























