SINGKAWANG KITA – Anggota DPRD Singkawang Muhammadin berharap agar proses vaksinasi covid-19 di Kota Singkawang dapat berjalan lancar, vaksinasi merupakan salah satu cara yang diambil pemerintah dalam memerangi covid-19.
Tentunya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat juga diminta untuk patuh terhadap protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan, menggunakan masker, menjaga jarak dan rutin mencucuci tangan.
“Harapan kita dengan Launching Vaksinisasi Ini menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat Keamanan dari Vaksin Sinovac. Semoga Selanjutnya Lancar Untuk Seluruh masyarakat kota Singkawang,” kata Muhammadin yang menerima vaksin dalam kapasitasnya sebagai Tokoh masyarakat selaku ketua PFKPM Singkawang.
Sebelumnya Pemerintah Kota Singkawang mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (1/2).
Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan tidak ada keluhan apapun seusai dirinya mendapatkan suntikan vaksin. “Buktinya saya dan pak Dandim serta yang lainnya, tidak ada yang berbeda,” katanya

Ia juga mengimbau agar masyarakat untuk tidak percaya kabar-kabar hoax yang sengaja dihembuskan oleh orang tidak bertanggungjawab terhadap kehalalan dan keamanan vaksin.
Kepala Kejaksaan Negeri Singkawang, Sinarta Sembiring mengaku tidak ada keluhan seusai menerima vaksin.
“Saya yakin tidak ada dampak negatif dari vaksin ini selain kita sehat. Yakin,” kata Sinarta.

Sementara Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meminta pejabat publik dan masyarakat Singkawang bisa bersama-sama mensukseskan vaksinasi tersebut.
“Karena vaksinasi adalah cara yang paling ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya.
Maka dari itu, Tjhai Chui Mie berharap vaksinasi yang dilakukan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Dan kami akan berupaya untuk mendatangkan vaksin untuk diberikan ke masyarakat,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie mengungkapkan, dihari pertama vaksinasi ada belasan pejabat publik yang mengikuti vaksinasi.
“Meski sudah ditargetkan, mereka yang akan di vaksin terlebih dahulu akan di cek kesehatannya. Jika memang kesehatan yang bersangkutan memungkinkan, maka vaksinasi baru bisa dilakukan. Jika tidak, maka vaksinasi bisa ditunda atau memang tidak bisa dilakukan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan, sebanyak 12 orang sudah selesai menjalani vaksinasi.
“Sementara tiga orang, vaksinasinya di tunda, karena yang bersangkutan mengalami tekanan darah tinggi,” katanya.
Barita mengingatkan, meski sudah di vaksin, aturan protokol kesehatan 5M harus tetap dijalankan.
“Seperti Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas,” ujarnya.
Untuk tahap pertama, vaksinasi akan fokus dilakukan terhadap tenaga kesehatan di Kota Singkawang. Tahap kedua nantinya akan dilakukan kepada petugas disektor pelayanan publik yang kemudian pada tahap ketiga menyasar kepada warga kota.


























