SINGKAWANG KITA- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, jika Runway Bandar Udara Baru Kota Singkawang yang terletak di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan akan dibangun melalui anggaran APBN.
“Menurut Kementerian Perhubungan, bahwa Runway Bandara Singkawang akan dibangun melalui dana APBN,” kata Tjhai Chui Mie, Senin (26/10).
Untuk selanjutnya, akan dibangun melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan melibatkan pihak swasta atau calon investor yang sudah melakukan Site Visit di Kota Singkawang beberapa waktu lalu.
Tjhai Chui Mie mengungkapkan, pada bulan Juli kemarin, dirinya sudah ke Kementerian Perhubungan untuk menyerahkan sertifikat lahan hak pakai seluar 151,45 hektare.
“Kita juga sudah menyampaikan perubahan-perubahan, dimana kita perlu dukungan dan suport dari APBN untuk pembangunan bandara karena pandemi Covid-19,” ujarnya.
Dia ingin dibantu oleh pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan untuk membangun Runway dan Land Clearing tahap dua sampai seterusnya.
“Tentu upaya-upaya rapat akan terus dilanjutkan dengan calon investor yang sudah melakukan Site Visit bandara ke Kota Singkawang. Saya berharap pembangunan fisik Bandara Singkawang bisa dengan segera dilakukan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Petrus Yudha Sasmita mengatakan, luas lahan Bandar Udara Kota Singkawang yang akan dibangun adalah seluas 151,45 Hektare sesuai dengan Penlok Nomor KP 1024 tahun 2018.
“Sedangkan panjang Runway Bandara berdasarkan Penlok Bandara dibagi menjadi 3 tahap, antaralain, tahap satu sepanjang 1800 meter, tahap 2 sepanjang 2000 meter dan tahap ultimate sepanjang 2500 meter,” katanya.
Saat ini, katanya, pembangunan Bandar Udara Kota Singkawang sedang dalam proses Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Yang artinya, pemerintah akan bekerjasama dengan investor guna mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Pada tahun 2019 pembangunan Bandara Singkawang menggunakan dana APBN dan telah dilaksanakan Land Clearing dengan luas 31,62 Hektare atau sekitar 20,8% dari luas total lahan bandara,” ujarnya.
Direncanakan pada tahun 2021 akan ada kegiatan pekerjaan tanah (cut & fill) yang juga menggunakan dana APBN.
“Sedangkan pembangunan disisi udara dengan menggunakan dana APBN dan disisi darat dengan proses KPBU,” ungkapnya.

























