SINGKAWANG, KITA- Klaim obat corona telah ditemukan oleh warga Pontianak, membuat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson angkat bicara, ia mengapresiasi ilmuwan khususnya Kalbar yang melakukan penelitian, namun ada kaidah penelitian yang harus diikuti, agar hasil penelitian tersebut teruji dan benar bisa bermanfaat, bukan sekadar klaim yang kemudian di angkat di media massa ataupun media sosial.
Berikut keterangan lengkap yang disampaikan oleh Harisson, Minggu 5 April 2020.
Tidak boleh kita mengklaim telah menemukan OBAT CORONA hanya dengan bukti yang katanya sudah bisa mengobati beberapa orang ODP. ODP kan belum tentu Kasus Konfirmasi COVID-19. PDP saja belum tentu Kasus Konfirmasi COVID-19.
Tentu nya seperti kita ketahui dalam dunia ilmiah ilmu kedokteran bahwa utk pembuktian suatu zat mempunyai efek terapi tertentu penelitian nya akan sangat panjang, mulai dari penelitian secara invitro maupun invivo. Selanjutnya zat tersebut akan diuji coba dulu terhadap hewan: tikus, kelinci, kera dll yang kita tulari dengan virus atau bakteri tertentu, sampai percobaan ke tahap akhir yaitu pada manusia yang menjadi relawan baik yang tidak terinfeksi maupun yang terinfeksi virus atau bakteri tertentu yang sedang kita teliti.
Dalam penelitian pun akan ada metode pembandingan atau komparasi misalnya antara efek atau pengaruh pada orang yang terinfeksi yang diberikan obat atau zat ini dan efek pada orang yang terinfeksi tapi tidak diberikan zat yang sedang diteliti.
Perbandingan ini akan membuktikan bahwa apakah benar obat itu dapat memberikan efek terapi atau malah orang yang tidak diberi obat yang sedang ditelitipun ternyata bisa sembuh. Karena COVID-19 adalah self limiting disease yang artinya pasien dapat sembuh dengan sendirinya asal daya tahan tubuh nya kuat.
Penelitian ini akan sangat panjang, termasuk harus diteliti dalam dosis berapa obat tersebut tidak mempunyai efek, dalam dosis berapa obat tersebut mempunyai efek terapi dan dalam dosis berapa obat tersebut justru meracuni.
Saya mendukung peneliti2, ilmuwan2 Kalbar utk melakukan penelitian terhadap penyakit ini, namun gunakan metode penelitian secara ilmiah, agar hasil memang benar2 sudah teruji dan sahih.
Jangan buru2 melempar ke masyarakat terhadap hasil yang belum terbukti secara ilmiah, karena hanya akan menimbulkan kegalauan, pungkas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu ini.



























