SINGKAWANG KITA- Dari 94 Kota di Indonesia yang ditilai oleh Setara Institute bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri juga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, akhirnya Kota Singkawang ditetapkan sebagai Kota Toleran.
Singkawang juga berhasil duduk di peringkat dua sebagai kota tertoleransi se-Indonesia tahun 2020 dengan skor 6.450.Sementara Salatiga berada diperingkat pertama dengan skor 6.717.
“Hal ini berdasarkan penilaian dari Setara Institute bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,” kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat menerima penghargaan sebagai Kota Toleransi tahun 2020 di Jakarta, Kamis (25/2).
Selain dirinya, juga ada 9 Wali Kota yang diundang pada acara launching/peluncuran indeks kota tertoleran di Indonesia.
“Dari 94 kota di Indonesia, Kota Singkawang berada diperingkat kedua dari 10 kota tertoleran,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan steakholder yang ada di Kota Singkawang, terutama FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri serta jajaran Pemkot Singkawang yang telah bekerja keras, sehingga Kota Singkawang masih bisa mempertahankan predikat kota tertoleran peringkat kedua.
“Dalam hal ini tentu dapat memberikan kita semangat hidup harmonis, saling hormat menghormati dan saling menjaga satu sama lainnya karena toleransi merupakan pengamalan Pancasila,” ungkapnya.
Diketahui, Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Maka dari itu, masyarakat Kota Singkawang patut berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Setara Institute yang mengadakan kegiatan ini.
“Yang mana tujuan utamanya adalah bisa menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.
Artinya, jika seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia bisa melakukan hal yang sama yaitu setiap kepala dan perangkat daerahnya bisa melaksanakan kebijakan-kebijakan yang bisa mempersatukan daerahnya atau menjaga toleransinya maka manfaatnya adalah kerukunan dan keamanan.
“Saya yakin dan percaya dengan adanya kegiatan seperti ini karena memberikan motivasi maka Indonesia pasti maju,” tuturnya.
Dengan begitu, negara Indonesia akan menjadi negara yang kuat dibanding negara-negara lainnya khususnya Kota Singkawang.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Setara Institute yang telah mengadakan kegiatan ini dan didukung Menteri Dalam Negeri dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie mengungkapkan, sebagai Kota Toleransi, dapat semakin memacu jajaran Pemerintah Kota Singkawang dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan dan menjaga keharmonisan di Kota Singkawang.
“Mari kita jaga dan rawat Kota Singkawang sebagai Kota Toleransi se Indonesia,” ajaknya.
Sementara itu, delapan kota lainnya yang ditetapkan sebagai kota toleransi tahun 2020 yaitu Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Kupang, Kota Surabaya, Kota Ambon, Kota Kediri, Kota Sukabumi dan Kota Bekasi.



























