SINGKAWANG, KITA- Empat pasien asal Kabupaten Bengkayang yang diisolasi di RSUD Abdul Aziz kini dapat bernapas lega, status mereka negatif corona, paska Litbang Kemenkes mengeluarkan hasil tes sampel lendir tenggorokan satu keluarga yang punya catatan perjalanan ke Korea Selatan ini.
Kabar menggembirakan ini, tidak hanya disampaikan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji melalui akun Facebooknya, namun juga Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie diruang kerjanya. Selasa 10 Maret 2020.
Suspek kemarin baru saja menjalani hari-hari yang berat, jangankan untuk dewasa terlebih ada anak-anak, diisolasi diruangan sejak 4 Maret 2020 hidup mereka berbatas dinding, demi kepastian apakah terinfeksi virus atau tidak, dan demi sebuah kemaslahatan yang lebih luas untuk keamanan kesehatan masyarakat banyak.
Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengimbau, meski yang bersangkutan bukanlah penduduk yang berdomisili di Kota Singkawang, agar warga dan tetangga keluarga ini untuk bersikap ramah dan menerima, serta tidak membully baik dikehidupan sehari-hari ataupun di dunia maya.
Begitu pula dengan Kadiskes Kota Singkawang, Barita Ompusunggu seluruh tahapan pemeriksaan telah dilakukan pada keluarga ini, sehingga dia meminta agar masyarakat di Bengkayang tidak perlu khawatir.
“Karena, pertama, pasien sudah dinyatakan negatif corona, kedua masa inkubasinya juga sudah lewat,” katanya.
Sikap men-Judge suspek kadang lebih mengerikan, sikap yang muncul akibat cemas dan panik yang berlebihan, bahkan Presiden Jokowi telah mengingatkan kita melalui sebuah video yang Ia unggah di akun media sosialnya dengan caption “Musuh terbesar kita saat ini bukanlah korona itu sendiri, tapi rasa cemas, panik dan ketakutan yang berlebihan,”

Disisi lain masalah yang tengah hangat ini kadang membuat kita gagap di media sosial, Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo bahkan berulangkali mengimbau agar warga dan netizen pada khususnya untuk tidak gegabah dalam membagikan berita atau informasi yang beredar. Utamakan saring sebelum sharing.
Informasi atau isu yang tengah hangat seringkali menjadi sasaran empuk orang yang tidak bertanggungjawab dalam menyebarkan konten hoax ataupun informasi yang tidak tepat.
“Mari kita percayakan hal tersebut kepada dinas/instansi terkait yang menangani nya dan jangan terpancing berita-berita atau isu yang masih diragukan kebenarannya yang ingin menimbulkan keresahan, kepanikan maupun kegaduhan di kota Singkawang ini.”katanya.
Informasi yang baik untuk disebarkan, misalnya ditengah isu hangat belakangan ini misalnya adalah imbauan pemerintah tentang tatacara hidup sehat dan mencuci tangan yang benar untuk menjaga tubuh agar terhindar dari serangan virus.
“Mari bersama-sama kita menjaga diri kita dan keluarga melalui upaya-upaya pencegahan yang sudah diberitahukan oleh pemerintah misalnya mencuci tangan yang bersih dan tidak berkunjung ke negara-negara yang tengah rentan,” katanya.
Jika didapati informasi yang diragukan kebenarannya menyangkut kamtibmas atau menyangkut isu-isu yang tengah hangat, Kapolres menyarankan agar warga menggunakan sumber resmi yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Dipilah-pilah jika ada informasi misalnya di grup WhatsApp atau Facebook, jika ragu jangan dibagikan karena berpotensi hoax, silakan bertanya dulu ke anggota kita juga tidak apa-apa, atau ke instansi terkait,” pungkasnya.


























