Breaking
Singkawang Kita

Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Keperawatan Singkawang Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dengan Metode EKSAK pada Remaja

Kontributor Kita 3 menit baca 11x dibaca
Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Keperawatan Singkawang Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dengan Metode EKSAK pada Remaja

SINGKAWANGKITA- Dalam upaya mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Keperawatan Singkawang menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) dengan tema "Sosialisasi Pencegahan Stunting dengan Metode EKSAK (Edukasi Kesehatan Kreatif) pada Remaja di Kota Singkawang Tahun 2026", di SMK 5 Setapuk, Singkawang Utara pada 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Dosen yakni Gusti Barlia, S.Kep., M.Pd, Wiradianto Putro, S.Kep., MPH, dan Nikki Susanti, S.ST ini menyasar remaja sebagai kelompok strategis dalam pencegahan stunting jangka panjang.

Ketua Tim Pengabmas, Gusti Barlia, menyampaikan bahwa metode EKSAK dipilih agar edukasi kesehatan tidak membosankan dan mudah diterima oleh remaja.

"Remaja hari ini adalah calon orang tua di masa depan. Kalau kita ingin generasi bebas stunting, edukasinya harus dimulai sejak remaja, bukan hanya saat sudah hamil. Dengan metode EKSAK, kami buat edukasi yang kreatif, interaktif dan dekat dengan dunia remaja," ujarnya.

8 Pesan Kunci untuk Remaja Singkawang

Dalam sosialisasi tersebut, materi yang disampaikan merujuk pada modul Edukasi Pencegahan Stunting untuk Remaja dari Kementerian Kesehatan.

Ada 8 poin utama yang ditekankan:

1. Memenuhi Gizi Seimbang dan Konsep Isi Piringku Remaja dibiasakan mengonsumsi karbohidrat, protein hewani (ikan, telur, ayam), protein nabati (tempe, tahu), sayur, buah, dan susu. Dengan panduan Isi Piringku, ½ piring berisi sayur dan buah, ½ piring lainnya berisi makanan pokok dan lauk-pauk.

2. Mencegah Anemia Anemia menjadi masalah gizi penting pada remaja putri. Pencegahannya dengan konsumsi makanan sumber zat besi, konsumsi Vitamin C untuk membantu penyerapan, hindari minum teh/kopi saat makan, dan mengikuti program Tablet Tambah Darah (TTD) dari Puskesmas.

3. Aktif Bergerak dan Hindari Perilaku Sedentari Dianjurkan rutin berjalan kaki, bersepeda, jogging, senam, dan olahraga di sekolah.

4. Tidur Cukup dan Teratur Remaja diminta mengurangi penggunaan gadget menjelang tidur dan menghindari begadang.

5. Hindari Rokok, Alkohol, dan Narkoba Termasuk rokok konvensional dan vape/rokok elektrik.

6. Mencegah Pernikahan dan Kehamilan Usia Dini Remaja diminta memprioritaskan pendidikan, mempersiapkan kesehatan fisik dan mental, serta memahami pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.

7. Peran Keluarga Keluarga berperan menyediakan makanan bergizi, membiasakan sarapan, memberi contoh hidup sehat, mendukung konsumsi TTD, dan membuka diskusi kesehatan reproduksi. Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan dukungan BLU PROMiSe Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Dengan mengusung slogan "Remaja Sehat, Generasi Bebas Stunting", tim berharap remaja di Kota Singkawang dapat menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan sekolah.

"Harapannya setelah sosialisasi ini, remaja Singkawang lebih peduli dengan gizi, tidak takut minum TTD, rajin sarapan, dan berani merencanakan masa depan sebelum menjadi orang tua," tutup Wiradianto Putro.

Bagikan