SINGKAWANG, KITA- Babinsa 1202-05/Skw Koptu Rusdi mengadakan pertemuan musyawarah dengan warga di kediaman Amir Husen, Jalan Trisula Gang Uray Dahlan, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, Selasa (23/6).
“Dalam pertemuan kami membahas tentang permainan layang-layang yang sudah dinilai sangat meresahkan masyarakat,” kata Koptu Rusdi.
Sehingga, pihaknya akan membentuk Satgas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP untuk melakukan penertiban permainan layang-layang khususnya yang menggunakan gelasan ataupun kawat, karena hal tersebut dapat merugikan orang lain dan PLN.
“Penertiban yang dilakukan adalah berdasarkan Perda Kota Singkawang pada Pasal 66, yang sudah dijelaskan bahwa warga/masyarakat dilarang untuk bermain layang-layang dengan menggunakan gelasan ataupun kawat karena bisa merugikan orang lain dan PLN,” ujarnya.
Menurutnya, layang-layang berkawat ini juga dapat menyebabkan kecelakaan hingga korban meninggal dunia, termasuk listrik padam dan
meresahkan para petani bahwa sawah yang sudah ditanam padi telah diinjak-injak para pengejar layangan yang putus, sehingga tanaman padi menjadi rusak.
“Jika ada layangan yang putus dan tersangkut di kabel listrik, diingatkan untuk tidak mengambil atau memegangnya, karena dikhawatirkan layangan tersebut menggunakan tali kawat yang bisa mengalirkan listrik,” pesannya.
Dandim 1202/Skw, Letkol Arm Victor J.L Lopulalan meyakini jika semua masyarakat sudah tahu dampak atau akibat dari permainan layang-layang.
“Saya sangat setuju jika akan dibentuk Satgas gabungan untuk menangani masalah permainan layang-layang baik itu dalam penindakan di lapangan hingga sosialisasi,” katanya.
Sebelumnya PLN Singkawang melalui Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang, Robin Septavin mengatakan, permainan layang-layang sangat berdampak serius terhadap distribusi listrik ke rumah warga di Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas lantaran kerap mengalami pemadaman listrik.
“Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas yang sering padam listrik disebabkan oleh layang-layang,” kata Robin Septavyn.
Dia mengungkapkan, bahwa untuk menekan angka gangguan listrik akibat layangan, PLN telah berkoordinasi dengan aparat terkait.
“PLN juga melakukan sosialisasi di beberapa lokasi Kantor Lurah dan pemukiman warga yang banyak pemain layang-layang,” ujarnya.

























