SINGKAWANG KITA- Sejumlah Warga Jalan Malindo, RT 42/RW 07, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan mengeluhkan aktivitas Galian C yang berada di sekitar pemukiman mereka.
Pasalnya, dari kegiatan tersebut telah menimbulkan banyak debu yang tentunya sangat mengganggu kesehatan warga setempat.
Bahkan, dari aktivitas itu juga beberapa warga yang berjualan makanan terpaksa tutup, lantaran lalu-lalang mobil truk pengangkut material galian C tersebut selalu menyisakan tanah kuning yang berjatuhan dari truk, yang akhirnya membuat debu berterbangan kemana-mana saat ditiup angin maupun sewaktu dilintasi.
Ketua RT 42/RW 07, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Sulaiman mengatakan, aktivitas galian C di sekitar kediaman mereka ini sudah terjadi sejak sebulan lebih (sebelum Ramadan).
“Kami merasa sudah tidak mampu, karena banyak tanah yang berjatuhan ke aspal. Bahkan untuk melintasinya pun sulit, karena berdebu disaat musim kemarau,” katanya.
Kalau waktu hujan, jalanan menjadi licin. Bahkan beberapa waktu lalu menantunya pernah terjatuh.
Ia berharap agar pemerintah dapat turun tangan setidaknya melakukan evaluasi atau mengecek perijinan terkait aktifitas galian tersebut.
“Sepertinya tidak ada,” ujarnya.
Gara-gara aktivitas galian C tersebut, istrinya pun tidak bisa jualan lagi.
“Ndak mampu dengan debunya, siapalah yang mau beli kalau banyak debunya,” jelasnya.
Bahkan debunya pun sampai masuk ke dalam rumah bahkan ke masjid yang berada di pinggir jalan.
“Kami minta kepada pengelola galian C segera menghentikan aktivitasnya,” pintanya.
Karena jika tidak segera dihentikan, warga setempat khawatir akan terjadi longsor apabila memasuki musim penghujan.
“Kalau sekarang sich masih musim panas, gimana nanti kalau musim hujan,” tanya dia.
Warga setempat, Mulyadi mengatakan, saking banyaknya debu dia bersama keluarga tidak bisa lagi santai-santai di teras rumah.
“Ndak mampulah, karena debunya bukan main,” katanya.
Dalam satu hari, katanya, bisa sampai belasan atau puluhan truk yang lewat membawa material tanah.
Jadi wajar saja, kalau debu-debu tersebut sampai masuk ke dalam ruangan rumah.
“Saya berharap, aktivitas ini segera berhenti,” harapnya.*

























