SINGKAWANG, KITA- Wajah Tjhai Chui Mie semringah bahagia saat acara Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Sungai Garam. Bagaimana tidak, satu kelurahan sudah terbebas dari buang air sembarangan, yang artinya masyarakat terbentengi dari penyakit yang bersumber dari sanitasi yang buruk. Senin 25 Februari 2020.
Walikota Singkawang ini juga tercatat sebagai salah satu donatur pembuatan wc untuk 27 warga.
Tulisan kali ini, kita akan membahas perpanjangan tangan dari Walikota Singkawang dalam mengurus dan mewujudkan visi misi pemerintahan. Yakni Lurah Sungai Garam, Dedi Wahyudi.
Pria berkacamata ini menuturkan, ide pembuatan wc untuk warga berawal dari sepotong data yang ia dapat dari Dinas Kesehatan Singkawang.
“Berawal dari data yang saya dapat dari dinas kesehatan pada bulan maret yang ketika itu saya dilantik menjadi sekretaris lurah sekaligus plt lurah, bahwa Kelurahan Sungai Garam Hilir masih terdapat 21 rumah yang belum memiliki wc, akan tetapi dari perilaku sudah membaik, dikarenakan mereka BAB menumpang alias tidak sembarangan.” Kata Dedi
Ia kemudian tidak berpikir panjang dan segera mengumpulkan ASN kelurahan, ketua LPM, ketua Karang Taruna dan seluruh ketua RT di Sungai Garam Hilir.
“Kesemuanya saya libatkan sebagai panitia.” tambahnya
Rembuk digelar, yang menghasilkan kata kunci jika mereka harus mencari donatur atau pihak ketiga yang bersedia untuk membantu. Nyatanya, Singkawang tidak kekurangan orang baik, satu persatu bantuan datang entah itu dari perseorangan, swasta hingga Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie.
“Waktu berjalan semuanya Allah SWT mudahkan, baik pendanaan maupun proses pembangunan wc. Terhitung kurang lebih 6 bulan program ini tuntas. Bahkan kami bisa menambah 6 wc diluar dari data yang kami dapat diawal.” Katanya.
Dedi mengaku sangat berterimakasih kepada Tjhai Chui Mie dan para donatur. Mimpi kecilnya terkabulkan.
“Untuk itu dalam kesempatan ini kami berterima kasih kepada ibu walikota yang juga sebagai donatur utama serta seluruh donatur atas segala bantuannya, dan juga berterimakasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras.” tambahnya.
Dedi juga sangat mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang terlibat. “Bisa saya sebut kami superteam, tidak segampang yang terlihat karena kita harus memastikan kebiasaan hidup bersih ini menjadi pola hidup sehari-hari,” katanya.

























