SINGKAWANG,KITA- Wacana karantina 30 hari bagi warga yang kembali dari luar negeri termasuk Sarawak Malaysia, membuat pemburu barang secondhand atau biasa disebut lelong, bimbang. Terlebih ada yang tengah berada di Kota Kuching Sarawak Malaysia.
Wacana ini dilontarkan Gubernur Kalbar Sutarmidji melalui akun medsonya baik di Facebook maupun di Story Instagram.
Sebut saja Romi (nama samaran), ia mengaku telah melihat unggahan Gubernur Sutarmidji.
“Ancor e, padahal isok nak berangkat,” katanya melalui whatsapp Jumat 13 Maret 2020.
Pria ini tergolong rutin pulang pergi ke Kuching. Ia spesialis berburu sepatu lelong dan menjualnya kembali melalui akun instagram yang ia miliki.
“Gimane nak nyarek duit mun gitok, ayap balik-balik kenak karantina,” katanya dengan logat melayu kental.
Padahal kata Romi, pemeriksaan di border sudah dirasa cukup ketat. Terutama dibagian negara Malaysia.
“Kalau di Aruk ketat kena periksa barang, kalau Biawak lengkap kena periksa suhu tubuh,” katanya.
Iapun terpaksa memikirkan ulang rencana keberangkatannya ke Kuching.”Dak taulah jadinye mun gitok (tidak tahulah kalau begini), biak nun yo disinun (Kawan ada di sana),” katanya.
Namun ia kemudian memaklumi jika alasan wacana karantina tersebut berpangkal demi kesehatan.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji kembali mengingatkan agar warganya untuk waspada terhadap virus corona, tidak tanggung-tanggung kali ini disertai dengan ancaman karantina hingga 30 hari.
Hal ini disampaikannya melalui akun medsosnya, baik itu di status facebook maupun di story instagram. Ia mengacu pada temuan kasus Covid-19 di Sarawak Malaysia.
“Serawak sdh ada bbrp kasus positif Corona, tetap waspada dan sekali lagi saya minta utk tdk ke negara terjangkit Corona, saya marah juga ada masy Kalbar yg tetap keluar, mulai besok yg kembali dari luar termasuk serawak akan dikarantina 30 hari,” tulis @bang.midji pada Jumat siang.
Sebelumnya Gubernur juga pernah kesal pada sekelompok warga yang berwisata ke Korea Selatan, saat negara tersebut sedang merebak virus corona. Akibatnya sekitar 20an warga harus melakukan karantina mandiri kurang lebih dua pekan sesuai instruksi gubernur, sekembalinya mereka dari luar negeri.
Namun belum didapat keterangan lanjutan mengenai protokol penanganan karantina 30 hari seperti yang disampaikan oleh @bang.midji. Apakah hanya gertakan ataupun benar akan dilaksanakan seperti pada mareka yang berwisata ke Korea Selatan.


























Comments 1