SINGKAWANG — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singkawang, Muhammad Sukri, menyatakan dukungan terhadap wacana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat III sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan SINGBEBAS (Singkawang, Bengkayang, dan Sambas).
Menurut Muhammad Sukri, wilayah SINGBEBAS memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi wajah terdepan Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Namun, hingga saat ini masih terdapat berbagai ketimpangan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur, konektivitas antarwilayah, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat perbatasan.
“Wacana pemekaran Dapil Kalbar III perlu dipandang sebagai upaya memperkuat representasi politik masyarakat perbatasan agar aspirasi pembangunan Singkawang, Bengkayang, dan Sambas dapat diperjuangkan secara lebih maksimal,” ujar Muhammad Sukri, Jumat (21/08/2026).
Ia menegaskan bahwa pemekaran dapil bukan sekadar persoalan administratif politik, melainkan bagian dari strategi untuk menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan negara.
Muhammad Sukri menjelaskan bahwa ketiga daerah dalam kawasan SINGBEBAS memiliki potensi besar yang saling melengkapi. Singkawang dikenal sebagai kota toleransi dengan kekuatan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa. Sambas memiliki kekayaan budaya Melayu, potensi pertanian, perikanan, serta kawasan perbatasan Aruk yang strategis. Sementara Bengkayang memiliki potensi sumber daya alam, wisata pegunungan, air terjun, serta kawasan perbatasan Jagoi Babang yang menjadi pintu penghubung Indonesia–Malaysia.
Menurutnya, apabila representasi politik kawasan perbatasan diperkuat melalui penataan dapil yang lebih proporsional, maka percepatan pembangunan dapat lebih terfokus pada kebutuhan masyarakat setempat.
“Kawasan perbatasan tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam perencanaan pembangunan. SINGBEBAS harus menjadi prioritas karena wilayah ini memiliki potensi ekonomi, pariwisata, budaya, dan pertahanan negara yang sangat strategis,” tegasnya.
HMI Cabang Singkawang juga mendorong agar pemerintah pusat, pemerintah provinsi, DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan membuka ruang dialog yang objektif dan partisipatif terkait wacana pemekaran Dapil Kalbar III. Kajian yang komprehensif dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Muhammad Sukri menilai bahwa penguatan kawasan SINGBEBAS akan berdampak positif terhadap peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, serta penguatan identitas kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia di Kalimantan Barat.
Ia berharap wacana tersebut tidak dipolitisasi untuk kepentingan jangka pendek, melainkan diarahkan pada tujuan besar yaitu pemerataan pembangunan, penguatan perbatasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendukung wacana pemekaran Dapil Kalbar III demi terwujudnya pembangunan yang lebih merata, representasi politik yang lebih kuat, serta masa depan kawasan perbatasan SINGBEBAS yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Muhammad Sukri.
Dukungan HMI Cabang Singkawang ini menjadi bagian dari dorongan kalangan pemuda dan mahasiswa agar pembangunan di wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas memperoleh perhatian yang lebih proporsional sesuai dengan peran strategisnya sebagai kawasan perbatasan Kalimantan Barat.






















