Breaking
Singkawang Kita

Rembuk Kebudayaan APEKSI di Singkawang: Angkat Kuliner, UMKM, Seni Budaya, dan Toleran

Kontributor Kita 2 menit baca 8x dibaca
Rembuk Kebudayaan APEKSI di Singkawang: Angkat Kuliner, UMKM, Seni Budaya, dan Toleran

SKWKITA, SINGKAWANG - Pemerintah Kota Singkawang menggelar rapat koordinasi bersama Direktur Eksekutif APEKSI, beserta jajaran secara virtual melalui Zoom, pada Jumat (11/9) pagi.

Rapat tersebut guna mematangkan persiapan pelaksanaan Acara Rembuk Kebudayaan Kota APEKSI yang akan diselenggarakan di Kota Singkawang.

Pertemuan ini fokus menyusun langkah strategis dalam mempersiapkan rangkaian acara yang nantinya akan melibatkan 97 Kota di seluruh Indonesia. Sekaligus panggung untuk menampilkan kekayaan budaya lokal dan UMKM di Kota Singkawang.

APEKSI bersama Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk terus merawat memori kolektif, melindungi cagar budaya, serta memastikan sejarah masa lalu tetap hidup dan relevan bagi generasi masa depan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan bahwa Singkawang bukan hanya kota seribu kelenteng, tapi juga kota yang hidup dalam semangat toleransi, keberagaman kuliner, dan kreativitas seniman lokal,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Kegiatan Rembuk Kebudayaan ini juga akan disinergikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Singkawang. Acara dikemas secara khusus untuk memperkuat identitas Singkawang sebagai kota pariwisata yang kaya akan ragam kebudayaan.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan perekonomian dan pemberdayaan UMKM lokal di Kota Singkawang.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada 4 pilar: 1. Kebudayaan & Toleransi: Menampilkan harmoni keberagaman etnis, agama, dan tradisi di Singkawang sebagai contoh kerukunan nasional. Mengusung semangat menolak lupa, menolak runtuh, menolak punah.

2.. Kuliner & UMKM Lokal: Memberikan ruang bagi pelaku UMKM kuliner khas Singkawang seperti bakcang, bubur pedas, dan kue tradisional untuk naik kelas dan dikenal secara nasional.

3. Pariwisata: Mengemas acara beriringan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Singkawang untuk memperkuat branding Singkawang sebagai destinasi wisata budaya.

4. Seniman: Melibatkan seniman, pegiat budaya, dan komunitas kreatif lokal dalam rangkaian acara, pameran, dan pertunjukan seni.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi kebijakan kebudayaan antar kota, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal.

"Semoga koordinasi hari ini berjalan lancar dan seluruh persiapan dapat dimaksimalkan," pungkas Tjhai Chui Mie.

Bagikan

Berita Terkait