SINGKAWANG KITA – Direktur Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang, Suriyandi mengatakan, untuk mengatasi kekeringan air, pihaknya telah memaksimalkan fungsi Intake Semelagi.
“Walaupun debet air sungai Semelagi turun, level air di kanal menjadi kecil atau rendah, maka langkah praktis yang kita ambil adalah memperdalam kanal,” kata Suriyandi, Kamis (25/2).
Artinya, membuka kembali level kanal dengan lebar yang tidak selebar yang sekarang 2 meter, namun 1,5 meter supaya air bisa masuk ke tempat untuk In Line mesin pompa, karena itu adalah merupakan langkah praktis apabila terjadi kemarau. Sehingga ketersediaan air baku menjadi cukup untuk diolah di IPA III Roban.
“Untuk langkah panjangnya, kita akan memohon untuk mengadakan pompa submersible untuk dibenamkan ke dalam sungai. Apabila terjadi kemarau maka pompa itu masih mendapat pasokan air di dalam sungai tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, hal seperti ini sudah terjadi di Intake 50 liter per detik di Semelagi yang menggunakan dua unit pompa submersible dengan masing-masing kapasitas 26 liter per detik dan 48 liter per detik.
“Hari ini karena airnya full maka pembagiannya masih aman dan cukup kami hidupkan satu saja yakni 48 liter per detik,” ungkapnya.
Kemudian, antisipasi kemarau yang berikutnya, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Balai Sungai Kalimantan 1, bahkan sudah turun ke lokasi untuk memfungsikan embung Pajintan, Singkawang Timur.
“Penampungan airnya ada sekitar 120.000 kubik, kita akan coba usulkan pompa untuk menyedot air yang ada di embung pajintan untuk dibawa ke pengolahan Roban,” jelasnya.
Sumber air baku ini adalah sebagai antisipasi kemarau pengganti sementara Intake Hangmoy dan Eria yang diduga ketika musim kemarau maka sangat kecil sekali debit airnya.
“Sementara kapasitas kelajuannya hanya 40 liter per detik, apabila musim kemarau selama 3 bulan akan kita offkan karena tidak ada airnya bersamaan dengan Intake Tirtayasa,” tuturnya.
Menurutnya, asumsi pemakaian air yang ada di embung pajintan bisa digunakan selama 2-3 bulan kedepan apabila musim kemarau.
“Kira-kira masih amanlah ketika musim kemarau. Dan kemarau pun saya kira sudah lewat,” ujarnya.



























